JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Lagu *Puspa Warni* dan Tarian *Natana Borneo* memainkan peran penting dalam menambah kemeriahan upacara detik-detik proklamasi yang berlangsung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, pada hari Sabtu. Dalam pantauan streaming langsung melalui Kanal YouTube Sekretariat Presiden, lagu *Puspa Warni* yang ditulis oleh Guruh Soekarno Putra dibawakan dengan sangat apik oleh para penyanyi terkemuka, yaitu Mawar De Jongh, Novia Bachmid, dan Olivia Pardede. Penampilan mereka berhasil menciptakan suasana yang semakin semarak di Istana Negara IKN, di mana sejumlah tamu juga tampak ikut berdendang bersama menyanyikan lagu yang penuh makna tersebut. Selaras dengan lantunan lagu *Puspa Warni*, ditampilkan pula Tarian *Natana Borneo*, yang menggabungkan unsur Tari Dayak Kenyah dan Tari Jepen Kutai. Penampilan tarian ini melibatkan berbagai kelompok seni dari wilayah Kalimantan Timur, antara lain Yayasan Gubang Kutai Kartanegara, Sanggar Telabang Samarinda, Sanggar Borneo Benua Taka dari Penajam Paser Utara, Mawar Dance Company Balikpapan, serta Yonif 611 Awang Long Samarinda. Perpaduan antara penampilan lagu dan tarian yang beragam ini tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan terhadap keragaman budaya Indonesia. Rangkaian agenda peringatan HUT ke-79 RI dirancang secara serentak dan terhubung dalam format hybrid, yang berlangsung di dua lokasi, yaitu di Istana Negara IKN dan di Istana Merdeka Jakarta. Dalam acara tersebut, Presiden Joko Widodo memimpin langsung upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Negara IKN. Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin upacara di Istana Merdeka Jakarta. HUT ke-79 RI tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa, karena untuk pertama kalinya, bendera pusaka dikibarkan saat peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di ibu kota baru. Tema peringatan HUT RI pada tahun ini adalah *Nusantara Baru Indonesia Maju*, yang mencerminkan momentum transisi Indonesia dalam menyongsong ibu kota baru Nusantara dan transisi pemerintahan. ANTARA