**Borneonews**, Lampung Selatan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyampaikan komitmennya untuk fokus pada pemerataan pembangunan di seluruh daerah, dengan inisiatif yang diawali dari desa. Dalam konteks ini, Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menegaskan bahwa Presiden Indonesia telah menggarisbawahi keberhasilan pemerintah dalam membangun fondasi serta peradaban baru melalui pendekatan pembangunan yang bersifat Indonesia sentris.
Samsudin menambahkan bahwa pemprov akan aktif mendukung pembangunan nasional dengan menjalankan program-program yang diawali dari level desa. Ia menekankan pentingnya pendekatan ini sebagai upaya untuk mendorong pemerataan pembangunan, yang juga berfokus pada pembangunan di daerah pinggiran serta wilayah terluar di Provinsi Lampung.
Lebih lanjut, Samsudin menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang dilakukan. Ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menyiapkan sumber daya manusia di Lampung agar memiliki kompetensi dalam teknologi digital, kreatif, dan berdaya saing.
Sumber daya manusia yang ada di Lampung diharapkan mampu berinovasi serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman. Keberlanjutan pembangunan yang telah dicapai menjadi hal penting agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di provinsi tersebut.
Samsudin juga mencatat bahwa secara nasional, Indonesia sedang menyiapkan transisi besar menuju masa depan yang lebih baik, seperti melalui pemindahan ibu kota dan pergantian kepemimpinan. Ia menekankan bahwa Provinsi Lampung memiliki peran strategis dalam menjadikan Indonesia maju dengan memanfaatkan potensi yang ada. Dengan sumber daya alam yang melimpah, potensi ekonomi yang besar, serta keragaman budaya yang kaya, Lampung memiliki modal untuk menjadi provinsi yang terdepan dan berdaya saing.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan kolaborasi. Penting untuk membangun dari pinggiran agar manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di kota, tetapi juga di desa dan daerah terpencil.
Salah satu program untuk pemerataan pembangunan di tingkat desa adalah melalui program Smart Village. Pada akhir tahun 2023, progres pelaksanaan program Smart Village di Provinsi Lampung telah mencapai 97 persen dari total 2.446 desa yang tersebar di 13 kabupaten. Hanya tersisa 61 desa yang belum menerapkan model Smart Village. Desa-desa yang belum menerapkan program ini berada di Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Utara.
Kendala utama yang dihadapi adalah kurang optimalnya sinyal internet, yang menjadi penghambat dalam penerapan layanan desa berbasis digital di 61 desa tersebut. Untuk mendukung penerapan Smart Village, pemerintah daerah telah menyediakan bantuan sebesar Rp15,9 miliar. Dengan bantuan ini, setiap desa akan mendapatkan dana sebesar Rp6 juta untuk pengembangan program Smart Village.
ANTARA
Pemprov Lampung Fokus Pemerataan Pembangunan Dari Desa
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Hangtuah Kalahkan Satya Wacana 62-58 di IBL All Indonesian
Tim Boccia Indonesia Bertekad Jaga Performa hingga Paralimpiade
Komentar (0)
Memuat komentar…







