JAKARTA –
**Borneonews**, Washington - Pemerintah Kanada di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Justin Trudeau, bersama dengan negara-negara Barat, dianggap telah melancarkan "perang terselubung" terhadap Rusia. Hal ini diungkapkan oleh Kedutaan Besar Rusia di Ottawa yang menyatakan bahwa Kanada telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan peralatan militer yang dipasok dari Kanada di wilayah Kursk, Rusia. Kedutaan Besar Rusia mengklaim, "Kami tidak pernah meyakini apa pun tentang apa yang disebut sebagai pengekangan diri oleh Barat. Itu semua bohong dan palsu." Dalam pernyataan tersebut, mereka juga menegaskan bahwa kabinet Trudeau telah mengonfirmasi bahwa mereka, bersama seluruh kolektif Barat, melancarkan perang yang tidak dideklarasikan terhadap Rusia. Pada tanggal 15 Agustus, juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Kanada, Andree-Anne Poulin, mengungkapkan bahwa pemerintah Kanada tidak menerapkan batasan geografis pada penggunaan peralatan militer yang disumbangkan kepada Ukraina. Pernyataan ini muncul di tengah serangan yang dilakukan oleh Ukraina di wilayah Kursk. Kedutaan Besar Rusia menegaskan bahwa semua preman, tentara asing bayaran, serta semua persenjataan dan peralatan yang dipasok Barat akan dimusnahkan. Mereka juga menyatakan bahwa rezim Ukraina pasti akan runtuh sebagai konsekuensi dari tindakan ini. Sebelumnya, Nikolai Patrushev, ajudan presiden Rusia, mengatakan bahwa serangan Ukraina di Kursk dikoordinasikan dengan negara-negara anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) serta badan-badan intelijen Barat. Pada 6 Agustus, pasukan Ukraina dilaporkan telah melintasi perbatasan Rusia dan melancarkan serangan di Kursk, bahkan menduduki beberapa pemukiman. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuduh Ukraina melakukan provokasi besar-besaran dengan menembaki permukiman sipil tanpa pandang bulu. Dalam hal ini, kepala negara Rusia berjanji bahwa serangan dari Ukraina akan menerima balasan yang tepat dari pihaknya. ANTARA