**Borneonews, Makassar** - Pemerintah Kota Makassar merayakan momen istimewa dalam bentuk berbagai atraksi laut dan penampilan aubade dari pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Makassar pada peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79. Kegiatan ini diselenggarakan di Anjungan City of Makassar dengan tema "Bersatu untuk Semua". Upacara bendera menjadi agenda utama dan dilaksanakan dengan khidmat. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyatakan bahwa setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI di Kota Makassar selalu diwarnai dengan upacara yang memiliki kekhasan tersendiri. Ia menegaskan bahwa konsep perayaan tahun ini dirancang untuk menegaskan identitas Makassar sebagai kota yang selalu menghadirkan perayaan unik dalam setiap peringatan hari besar nasional. Sebagai kota yang dikenal dengan branding *"Kota Festival Tepian Air"*, Wali Kota menginginkan agar perayaan kemerdekaan ini berlangsung dengan nuansa khas di tepi laut. Setelah upacara pengibaran bendera Merah Putih, serangkaian acara festival atraksi laut dimulai. Penampilan yang pertama datang dari Shafa Kanaya Putri, seorang pelajar dari Sekolah Luar Biasa (SLB) yang baru berusia 6 tahun. Dengan suara merdunya, Shafa menyanyikan lagu *Ibu Pertiwi*, yang menggetarkan hati para hadirin. Acara dilanjutkan dengan pembentangan 79 Bendera Merah Putih di atas laut Losari. Bendera-bendera ini membentang sepanjang 7.900 meter, menghubungkan tepi Anjungan City of Makassar dengan Kapal Adama dan Tungguma, menciptakan pemandangan yang spektakuler. Atraksi laut juga menjadi sorotan dengan adanya penampilan *Water Dance* yang dibawakan oleh 10 armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar di tepi Tugu MNEK. Selain itu, terdapat atraksi *jetski* dan *flyboard* yang menampilkan bendera Merah Putih berkibar di udara, menambah semarak perayaan. Di dekat panggung, pelajar dari berbagai SD dan SMP se-Kota Makassar menunjukkan bakat mereka dengan menyanyikan lagu-lagu daerah dan lagu nasional dalam penampilan aubade yang penuh semangat. Menurut Danny, perayaan kali ini lebih dari sekadar acara seremonial; ini adalah bentuk nyata dari semangat persatuan yang terus dijaga dan dirayakan di Kota Makassar. "Kehadiran atraksi laut dan aubade dari pelajar SD dan SMP menjadi simbol bahwa generasi muda Makassar turut ambil bagian dalam menjaga semangat kemerdekaan," kata Danny. Perayaan ini tidak hanya menegaskan identitas Makassar sebagai *kota festival tepian air*, tetapi juga mengukuhkan posisi Makassar sebagai salah satu kota yang selalu berinovasi dalam memperingati momen-momen bersejarah bagi bangsa. ANTARA