JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah wujud perhatian pemerintah terhadap potensi yang dimiliki oleh daerah terluar Indonesia. Dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Upacara pada acara tersebut, Trenggono menyampaikan bahwa kehadirannya di Kabupaten Sabu Raijua merupakan pernyataan komitmen dan perhatian pemerintah untuk mengangkat potensi daerah terpencil. Ia menjelaskan bahwa sebagai salah satu menteri yang melaksanakan upacara tersebut di pulau terluar, dirinya dapat langsung melihat implementasi pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Trenggono menyatakan, "Kami juga ingin memastikan bahwa kita semua memiliki semangat yang sama, yaitu agar program pembangunan kelautan dan perikanan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di daerah terluar di seluruh Indonesia." Pernyataan ini menunjukkan harapan pemerintah agar program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Lebih lanjut, Trenggono menjelaskan bahwa program ekonomi biru yang digagas oleh kementeriannya bertujuan untuk mendorong pembangunan di sektor kelautan dan perikanan secara merata. Keberlanjutan dan kesehatan ekologi menjadi aspek utama dalam kebijakan pembangunan ini. "Selain sebagai upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekologi laut untuk generasi mendatang, seluruh program tersebut pada prinsipnya adalah ikhtiar kita semua untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang merata antarwilayah serta tumbuhnya ekosistem bisnis kelautan dan perikanan yang kuat dan mandiri," ungkapnya. Adapun beberapa program dalam kerangka ekonomi biru yang dicanangkan meliputi perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya ikan terukur di laut tawar serta air payau yang berkelanjutan. Selain itu, juga terdapat pengelolaan dan pengawasan terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penanganan sampah plastik di laut yang dilakukan melalui gerakan partisipasi nelayan, yang dikenal dengan nama Bulan Cinta Laut (BCL). Melalui upacara ini, pemerintah menunjukkan komitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan sektor kelautan dan perikanan di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah terluar, agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi menjadi titik tekan dalam pelaksanaan program-program tersebut. ANTARA