PALU –
**Borneonews, Poso** Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) yang dihadiri oleh 181 eks narapidana terorisme (napiter) di Kabupaten Poso. Kegiatan ini dilaksanakan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan pesan penting mengenai persatuan serta kesatuan bangsa. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho, menjelaskan bahwa upacara tersebut bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan simbol rekonsiliasi serta integrasi eks napiter ke dalam masyarakat. Melalui kegiatan ini, ditunjukkan bahwa mereka yang pernah terlibat dalam aksi radikalisme masih memiliki kesempatan untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agus Nugroho juga menggarisbawahi keberhasilan program deradikalisasi yang telah berjalan di provinsi ini, walaupun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk stigma sosial. Ia menyatakan komitmen Polda Sulteng untuk terus meningkatkan kualitas program tersebut dan memberikan dukungan yang komprehensif untuk para eks napiter. Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, seperti nasionalisme, patriotisme, toleransi, dan semangat gotong-royong. Polda Sulteng berupaya melibatkan generasi muda dalam beragam kegiatan yang diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia menambahkan bahwa generasi muda perlu menjaga semangat persatuan dan kesatuan, mengingat mereka adalah penerus bangsa yang akan berkontribusi dalam membangun negara di masa depan. Upacara tersebut diikuti oleh lebih dari 300 masyarakat setempat, yang diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan sosial serta menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. Kapolda Agus Nugroho mengajak semua yang hadir untuk menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia demi kemajuan bangsa. ANTARA