BENGKULU –
**Borneonews**, Kota Bengkulu - Kepolisian Resor Bengkulu Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada dalam rangka mengantisipasi peredaran uang palsu di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan oleh Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Dedi Wahyudi. Menurut beliau, ancaman peredaran uang palsu biasanya meningkat pada malam hari, sehingga warga diharapkan lebih cermat saat melakukan transaksi. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan yang diterima polisi mengenai temuan uang palsu di beberapa lokasi pada malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat potensi risiko yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Dalam langkah penegakan hukum, Polres Bengkulu Tengah baru-baru ini berhasil menangkap seorang pelaku penyebaran uang palsu. Pelaku yang berjenis kelamin perempuan itu ditahan saat mencoba berbelanja menggunakan uang palsu di sebuah warung yang terletak di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian mengamankan barang bukti uang palsu senilai Rp5 juta yang disimpan dalam kantong plastik berwarna hitam. AKBP Dedi Wahyudi menjelaskan bahwa saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan guna mengungkap jaringan atau komplotan yang terlibat dalam peredaran uang palsu di Kabupaten Bengkulu Tengah. Ia juga menambahkan, informasi yang didapatkan dari pelaku masih belum sepenuhnya jelas, yang membatasi informasi yang dapat disampaikan kepada publik. Berdasarkan penyelidikan awal, pihak kepolisian mendatangi rumah pemilik uang palsu, namun tidak menemukan siapapun di lokasi tersebut. Modus operandi yang digunakan pelaku dalam aksi penipuan ini adalah dengan berbelanja di beberapa warung pada malam hari dengan menggunakan uang palsu. Uang kembalian dari transaksi tersebut kemudian dikumpulkan oleh pelaku untuk digunakan dalam kegiatan lainnya. Dedi menekankan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait peredaran uang palsu ini, mengingat pelaku belum memberikan keterangan lengkap mengenai jaringan mereka. Untuk saat ini, uang yang digunakan oleh pelaku untuk berbelanja telah disita dan diserahkan kepada Bank Indonesia guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keaslian uang tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menanggulangi peredaran uang palsu dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah. ANTARA