BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mayat pria tanpa identitas ditemukan warga RT 11, desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (22/6/2016), sekitar pukul 8.30 Wib.

Mayat pria yang diperkirakan berusia 45 tahun ditemukan pertama kali oleh warga setempat di belakang rumah di antara dua rumah warga, tepatnya di kebun singkong. Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan dalam keadaan telanjang bulat dengan posisi telentang. Warga yang berdatangan ke TKP segera menutup korban dengan sehelai kain jarik (batik).

Petugas kepolisian yang mendatangi TKP sekitar pukul 09.00 WIB segera mengevakuasi mayat ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, untuk diambil visumnya.

Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh instalasi kamar Jenazah RSUD Imanudin, pada tubuh mayat ditemukan luka lecet pada bagian kaki dan lutut. Diiduga penyebab kematian korban menderita penyakit yang tidak diketahui. Sementara itu lecet yang diderita diduga disebabkan kejang hebat yang dialami korban sebelum meninggal.

"Terkait luka diduga sebelum meninggal korban menderita kejang hebat, akibat menahan kejang tersebut terjadi gesekan dengan tanah," kata Kepala Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Sultan Imanudin Pangakalan Bun, Supardi, Rabu (22/6/2016).

Lanjut Supardi, korban diperkirakan meninggal pada pagi hari, hal itu di dasarkan pada kondisi mayat masih belum terlalu kaku dan belum mengalami pembusukan. Sementara itu ciri-ciri korban, berambut lurus agak gimbal, kulit dekil dan hitam serta tinggi 153 cm.

Untuk sementara mayat masih berada di ruang jenazah untuk menunggu klaim dari Dinas Sosial terkait pemakaman.
" Kita koordinasi terlebih dahulu dengan Dinsos kapan dimakamkan jenazah tersebut," tutup Supardi.

Berdasarkan informasi yang diterima Borneonews, belakangan ini korban sering terlihat mondar-mandir di sekitar perkampungan warga. Bahkan korban sering meminta rokok dan makanan ke rumah-rumah warga sekitar. (KOKO SULISTYO/m)