BANJARMASIN –
**Borneonews, Banjarmasin** - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H. Ibnu Sina, menekankan pentingnya semangat persatuan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan jatuh pada tahun 2024. Dalam acara tersebut, Ia menyampaikan bahwa keragaman yang ada di Indonesia seharusnya merupakan kekuatan yang dapat menyatukan seluruh bangsa. Pada hari Sabtu, Wali Kota Ibnu Sina memimpin langsung upacara peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI di halaman Balaikota Banjarmasin. Dalam upacara ini, ia mengenakan pakaian khas Kesultanan Banjar, diikuti oleh sang istri dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, H. Arifin Noor, serta istri mereka. Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin dan unsur Forkopimda setempat turut mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia, menjadikan upacara tersebut sangat memukau, tidak kalah meriahnya dengan upacara yang dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Meskipun upacara berlangsung dengan khidmat, Wali Kota Ibnu Sina menegaskan bahwa momen detik-detik proklamasi kali ini terasa lebih semarak, karena peserta mengenakan pakaian adat Nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa Banjarmasin sebagai kota yang dihuni oleh semua suku bangsa bersatu untuk merayakan momen bersejarah tersebut. "Semua suku bangsa ada di sini, dicerminkan dari pakaian adat masing-masing daerah," ujar Ibnu Sina. Lebih lanjut, Ibnu Sina menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. Ia menyebutkan bahwa di Banjarmasin terdapat sekitar 32 suku bangsa yang hidup di tengah kedamaian dan keharmonisan. "Spirit kemerdekaan sesungguhnya bukan tentang menyeragamkan, tetapi tentang bagaimana kita bisa bersatu dalam perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika, bersatu dalam keragaman, itulah yang kita junjung tinggi," ungkapnya. Wali Kota juga menegaskan betapa pentingnya keberagaman budaya dari seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, yang ditunjukkan dengan mengenakan pakaian adat masing-masing. Menurutnya, hal ini merupakan cerminan dari semangat nasionalisme yang harus senantiasa dipupuk dalam jiwa masyarakat. Ia menggarisbawahi pesan penting bahwa pembangunan Nusantara Baru dan Indonesia Maju dimulai dari persatuan dalam perbedaan. Desain di IKN diharapkan bukan hanya menggambarkan rumah adat tertentu, melainkan Garuda sebagai simbol dari perjalanan Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila, serta empat pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Semua ini merupakan pilar-pilar yang akan menuntun Indonesia menuju seratus tahun kemerdekaan pada tahun 2045. Ibnu Sina juga menambahkan bahwa semangat persatuan ini terasa di Banjarmasin, sebuah kota yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke-498. Ia mengungkapkan, "Sejarah dan perjuangan Banjarmasin luar biasa. Yang paling penting adalah setiap sudut kota ini adalah ruang budaya, ruang partisipasi, dan ruang kolaborasi." Di akhir pernyataannya, Ibnu Sina menunjukkan kebanggaannya dengan pakaian adat Banjar yang dikenakannya. Hal ini menjadi simbolisasi dari betapa kaya dan beragamnya budaya yang dimiliki Banjarmasin, serta harapan untuk mendukung masa depan Indonesia yang terletak di Pulau Kalimantan. ANTARA