SEMARANG –
**Borneonews, Banyumas** - Pemeriksaan kesehatan bagi "anak kos" yang merupakan sebutan untuk pekerja seks komersial yang indekos di Gang Sadar, memberikan warna tersendiri dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di salah satu warung makan di tepi Jalan Raya Baturraden pada hari Sabtu itu tidak hanya meliputi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dilengkapi dengan dialog antara Rektor UMP, Jebul Suroso, dan belasan "anak kos". Rektor UMP menyampaikan bahwa momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh komponen bangsa. "Kita tahu problem anak bangsa di kemiskinan. Tadi terdapat fakta di belakang kita, banyak wanita pekerja seksual. Kita datang untuk sekadar ngobrol dan bergembira serta membagikan sembako," ungkap Rektor. Ia berharap semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut dapat menggugah harapan dan semangat dari para "anak kos". Rektor juga menekankan pentingnya kesehatan bagi para peserta dengan mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat memotivasi "anak kos" agar lebih peduli dengan kesehatan mereka. Dalam kesempatan itu, pihak UMP berencana menawarkan pendidikan bagi "anak kos" yang merupakan lulusan sekolah menengah atas, agar mereka bisa memiliki generasi yang lebih baik. "Bisa jadi, bagi mereka yang memiliki anak yang sudah lulus SMA, kami dapat memfasilitasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan pembiayaan tertentu," tambahnya. Darkim Yoye, salah seorang pendamping "anak kos", mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pekerja seks komersial yang bekerja secara freelance lebih banyak dibandingkan yang indekos di Gang Sadar. Menurutnya, data pada tahun 2012 mencatat sekitar 250 orang yang berada di Gang Sadar. Namun, berkat upaya dari pendampingan yang dilakukan oleh Darkim dan LPPSLH (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup), jumlah "anak kos" di Gang Sadar perlahan menurun menjadi sekitar 30 orang. Sebagai warga Desa Karangmangu di Kecamatan Baturraden, Darkim merasa terpanggil untuk mendampingi pengendalian HIV/AIDS di kalangan "anak kos" sebab banyak orang yang kurang peduli terhadap mereka. "Saya sebulan sekali memanggil tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi mereka," ujarnya. Di samping itu, ia juga memberikan pendampingan kepada pekerja seks komersial yang tidak indekos di Gang Sadar, yang saat ini jumlahnya sekitar 100 orang. Ia menjelaskan bahwa kemunculan pekerja seks komersial yang tidak indekos disebabkan oleh keberadaan tempat-tempat karaoke yang tidak mematuhi tata tertib, antara lain yang berlokasi di Terminal Baturraden. Darkim menyoroti bahwa kehadiran mereka juga dapat mengganggu lingkungan vila-vila tempat singgah di sekitarnya. ANTARA