BORNEONEWS, Sampit - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik maskapai Wings Air kembali ramaikan penerbangan di Bandara H Asan Sampit dengan 2 rute yaitu Pangkalan Bun dan Palangka Raya.
"Itu sangat ditunggu masyarakat karena saat ini kendalanya pesawat sering delay sehingga sering pindah ke Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun," kata ketua Sementara DPRD Kotim Rinie, Sabtu, 17 Agustus 2024.
Kembali beroperasinya 2 rute penerbangan tersebut dapat menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat selain melalui jalur darat. Selain itu juga menjadi alternatif penerbangan connecting dari dan menuju Jakarta.
Maskapai Wings Air untuk 2 rute tersebut akan beroperasi perdana 24 Agustus 2024 dengan jadwal 3 kali seminggu. Maskapai tersebut akan menerbangkan pesawat jenis ATR-72 pada pekan pertama mengudara dijadwalkan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.
Berdasarkan pantauan borneonews.co.id penerbangan tersebut telah tersedia pada laman resmi Lion Air Group dan agen resmi.
--page
Adapun jadwal penerbangan Pangkalan Bun-Sampit pada pukul 08.40-09.15 WIB dan rute sebaliknya pukul 11.40-12.15 WIB. Sedangkan rute Sampit-Palangka Raya dijadwalkan pukul 09.40-10.15 WIB dan rute sebaliknya pukul 10.40-11.15 WIB.
"Kami mendukung sekali apresiasi untuk pihak maskapai, Bandara H Asan Sampit dan Dinas Perhubungan semoga tetap menjalankan rute ini karena sangat mendukung perekonomian kita," ujarnya.
Selain itu, Rinie berharap seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara H Asan Sampit memberi kepastian kepada masyarakat. Karena Kotim memiliki potensi penumpang yang sangat besar dan selama ini memilih terbang melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya maupun Bandara Iskandar Pangkalan Bun akibat penerbangan di Sampit sering batal dan delay.
"Kita sering ragu kalau ada kedinasan sehingga kami kejar Palangka Raya karena sering khawatir cancel," tandasnya.
Ke depan ia berharap rencana pengembangan Bandara H Asan Sampit berjalan lancar agar semakin banyak maskapai yang hadir di daerah ini sehingga mempercepat laju perekonomian dan investasi. (DEWI PATMALASARI/H)









