JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Faradina Mufti, Bima Zeno, dan Givina Lukita sepakat bahwa kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajah asing, tetapi juga tentang lepas dari penindasan yang ada di dalam negeri sendiri. Faradina menekankan pentingnya untuk mengingat kembali arti sejati kemerdekaan. Menurutnya, “Kemerdekaan itu untuk bebas dari segala bentuk penjajahan, termasuk yang terjadi di negeri kita sendiri. Harapannya, semua warga Indonesia bisa lebih bebas menyuarakan pendapatnya." Pernyataan ini disampaikan Faradina saat mengunjungi salah satu pusat warisan budaya di Jakarta baru-baru ini. Sementara itu, Bima Zeno menambahkan bahwa kemerdekaan tidak hanya berhubungan dengan terbebas dari dominasi negara lain. Ia berharap, “Semoga Indonesia benar-benar merdeka dalam semua aspek.” Harapan ini menggambarkan aspirasi untuk kemerdekaan yang lebih komprehensif di segala bidang, baik sosial, politik, maupun ekonomi. Di sisi lain, Givina Lukita mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah dan semangat perjuangan. Ia menekankan bahwa momen 17 Agustus seharusnya dijadikan sebagai waktu untuk merefleksikan nilai-nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan. “Aku merasa sebagai anak muda dulu itu lumayan apatis dengan politik dan sejarah. Aku merasa temenku juga banyak yang gitu. Jadi, aku mengingatkan untuk anak muda yang mungkin sudah lumayan lupa sejarah kita, untuk mengingat kembali, lalu kita rayakan bersama,” tuturnya. Ketiga psikolog muda ini juga berbagi kenangan indah tentang perlombaan yang selalu dinanti saat 17 Agustus. Faradina dengan jelas dapat mengingat keseruan masa kecilnya bersama teman-teman satu komplek saat merayakan kemerdekaan. Givina pun merasakan nostalgia serupa. Ia menceritakan betapa serius keluarganya dalam merahasiakan ide desain sepeda agar tidak dijiplak oleh tetangga. Sebaliknya, Bima Zeno berbagi cerita mengenai lomba panjat pinang yang menjadi favoritnya. Ia merasa momen itu sangat menyenangkan, meski kini sudah jarang terlihat. “Dulu geng aku paling keren di komplek kalau panjat pinang,” ujarnya sambil tertawa mengingat kembali masa-masa itu. Namun, di samping kemeriahan Hari Kemerdekaan, semangat juang harus tetap dijunjung tinggi. Anak muda juga bisa mempertahankan kemerdekaan dengan cara-cara kreatif yang dapat memberikan dampak positif bagi bangsa. ANTARA