JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka telah tiba kembali di Istana Merdeka, Jakarta, pada Sabtu, untuk menghadiri upacara penurunan bendera merah putih. Kehadiran mereka dalam acara tersebut menandai masa bersejarah bagi bangsa Indonesia yang diwarnai dengan semangat perjuangan dan kemerdekaan. Wapres Ma'ruf Amin dan istrinya, Wury Ma'ruf Amin, tiba sekitar pukul 15.15 WIB melalui pintu samping barat Istana Merdeka. Pada kesempatan ini, Wapres mengenakan setelan jas biru tua yang dipadukan dengan dasi merah, menciptakan kesan formal dan berwibawa. Di sisi lain, Wury Ma'ruf Amin terlihat anggun dalam balutan kebaya putih, yang dipadukan dengan jilbab berwarna kuning, melambangkan kesederhanaan dan keanggunan. Di istana, mereka disambut oleh Gibran Rakabuming Raka beserta istrinya, Selvi Ananda, yang terlebih dahulu hadir. Gibran tampil menawan dengan setelan jas hitam dan dasi merah yang kontras, sedangkan Selvi memilih kebaya berwarna biru yang semakin memperkuat nuansa tradisional dalam acara tersebut. Sebelum upacara penurunan bendera, Wapres dan Gibran juga menghadiri acara yang berlangsung di Istana Merdeka pada pagi hari yang sama. Mereka menyaksikan tayangan video Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Momen ini menjadi momen penting yang mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Selain itu, Wapres Ma'ruf Amin dan Wury Ma'ruf Amin turut mengenakan busana adat Suku Melayu Sambas yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Sementara itu, Gibran juga mengenakan busana adat Papua lengkap dengan properti tombak yang dipegangnya, dan didampingi Selvi Ananda, yang mengenakan busana adat Lampung berwarna biru malam dan hiasan kepala berwarna emas. Keberagaman ini menjadi simbol persatuan bangsa yang kaya akan budaya. Upacara penurunan bendera adalah salah satu momen yang penuh makna, tidak hanya untuk Wapres dan Gibran, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia. Hal ini menegaskan pentingnya penghargaan terhadap kemerdekaan dan identitas nasional yang harus terus dilestarikan. ANTARA