MAKASSAR –
**Borneonews**, Makassar - Warga di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere yang terletak di Jalan Sabutung, Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar lomba bakar ikan sebagai upaya untuk memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketua Komunitas Baruga, Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk merayakan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahim di antara warga. "Kegiatan ini sekaligus untuk mempererat hubungan silaturrahim dan memupuk jiwa sosial berbagi konsumsi. Komunitas kami menggelar lomba bakar ikan ini untuk memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI sekaligus mempererat silaturahim antarwarga," ungkapnya. Lomba bakar ikan ini telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan setiap kali memperingati Hari Kemerdekaan, dimulai sejak tahun 2006. Menurut Mulyadi, acara ini merupakan wujud syukur sekaligus untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara warga. Komunitas Baruga, yang berperan aktif dalam kegiatan sosial, membuat kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Dalam situasi tertentu, seperti jika ada warga yang mengalami kesulitan dalam hal sembako, mereka akan menggalang dana untuk membantu warga yang membutuhkan. "Kami saling menutupi dan membantu warga yang kesulitan," tambah Mulyadi. Hal ini juga diakui oleh Syamsiah, seorang warga dari Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Ia menegaskan bahwa Komunitas Baruga selalu mengambil peran penting dalam kegiatan sosial dan lingkungan, termasuk merayakan hari-hari nasional seperti HUT Kemerdekaan melalui lomba bakar ikan. Pelaksanaan lomba bakar ikan ini dilakukan di depan rumah masing-masing peserta, baik di sepanjang gang maupun di jalan raya. Setelah proses pemanggangan, hasil olahan akan dipajang di depan dewan juri, yang akan menilai berdasarkan cita rasa dan penampilan. "Rasa dan tata hidangannya yang akan menjadi penilaian juri," jelas Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Lomba Bakar Ikan. Setelah penilaian selesai dilakukan, seluruh warga berkumpul untuk menikmati ikan hasil lomba secara bersama-sama. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperingati hari bersejarah bagi bangsa, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan komunitas di tengah masyarakat. ANTARA