BORNEONEWS, Kasongan - Meterai Rp6 ribu menjadi barang langka di Kasongan Kabupaten Katingan sejak beberapa hari terakhir. Di beberapa toko atau usaha foto copi di Kasongan mereka mengaku kehabisan stok meterai Rp6 ribu ini.

"Sejak kemarin kita keliling ke beberapa toko dan tempat fotocopian untuk membeli materai Rp6 ribu itu, tapi pemilik toko dan fotokopian bilang kalau meterai yang Rp6 ribu itu habis," sebut Hadi, seorang warga Kasongan, Rabu (22/6/2016).

Hadi mengaku mencari meterai Rp6 ribu tersebut untuk keperluan jual-beli sebidang tanah milik keluarganya di Jalan Soekarno-Hatta, Kasongan.

"Soalnya kalau tanpa meterai katanya surat perjanjian terkait jual-beli tanah itu tidak memenuhi syarat, sehingga harus ada dilampirkan meterai di surat perjanjian itu," katanya.

Hadi mengaku sudah berpesan kepada salah satu keluarganya untuk dibelikan meterai di Palangkaraya. "Tapi belum tahu juga apakah nanti akan dapat meterai itu, soalnya hari ini tadi baru kita sampaikan," imbuhnya.

Sementara, menurut Rahma, 23, pemilik foto kopi Hurung Eka Sakti yang ada depan pintu gerbang Kantor Bupati Katingan membenarkan jika sejak beberapa hari terakhir meterai Rp6 ribu itu langka.

"Kami sudah dua hari ini kehabisan stok meterai Rp6 ribu itu, tapi kalau meterai yang Rp3 ribu banyak saja stoknya," kata Rahma.

Menurutnya, biasanya ia mendatangkan meterai, baik yang Rp6 ribu maupun Rp3.000 dari Kantor Pos besar yang ada di Palangkaraya.

"Kita juga biasa beli meterai di kantor pos yang ada di Kasongan, tapi dibatasi paling banyak setiap pembelian hanya diberi 100 lembar saja, tapi kalau di Palangkaraya bisa sampai 1.000 lembar dilayani," tutur Rahma.

Rahma mengaku dalam seminggu meterai Rp6 ribu ini bisa sampai 100-150 lembar terjual.

"Hari ini cukup banyak warga yang mencari meterai Rp6 ribu itu, dan kebanyakan mereka adalah para pengusaha, tapi yaitu tadi stok kita lagi habis," ujarnya.

Terpisah, bendahara pengeluaran. Humas dan Protokol Setda Katingan, Iriyanto mengaku jika dirinya sejak beberapa hari ini juga kehabisan stok meterai Rp6 ribu.

"Soalnya kita tidak menyetok meterai Rp6 ribu ini, dan dari kemarin-kemarin di kantor habis," sebut Iriyanto. (ABDUL GOFUR/m)