JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengimbau semua pegawai di kementeriannya untuk berupaya menghapus perjudian online dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Dalam pernyataannya, ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini adalah mengatasi konten negatif di internet, termasuk perjudian online. Menurutnya, perjudian online merupakan ancaman serius bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Pernyataan ini disampaikan oleh menteri saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta. Menteri Setiadi menegaskan bahwa upaya penghapusan perjudian online harus dilaksanakan dengan tegas dan konsisten di setiap satuan kerja kementeriannya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya perjudian online. “Jangan biarkan ‘penyakit’ ini berdampak pada kesehatan mental, ekonomi, dan kondisi sosial masyarakat kita,” ujarnya menekankan. Dengan momentum Hari Kemerdekaan, ia menginstruksikan semua pihak di kementeriannya untuk mengatasi perjudian online hingga ke akarnya dan mempromosikan kampanye “perjudian online adalah penipuan”. Pada kesempatan tersebut, ia juga memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo, yang telah memimpin pembangunan di Indonesia selama satu dekade terakhir. “Saya ingin menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo yang telah berhasil meletakkan fondasi yang kuat menuju visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk mengikis perjudian online melalui terbentuknya Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Online, yang resmi dilantik dengan sebuah keputusan yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 14 Juni 2024. Sebelumnya, pada 1 Agustus 2024, Menteri Setiadi mengungkapkan bahwa kementeriannya telah memblokir 2.725.000 konten perjudian online dari 17 Juli 2023 hingga 30 Juli 2024. ANTARA