JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa realisasi investasi di Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan, dengan peningkatan jumlah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai lebih dari dua kali lipat sejak kuartal I tahun 2020. Pernyataan ini menegaskan kekuatan investasi yang terus berkembang dalam periode pascakrisis COVID-19. Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi investasi perkuartal telah meningkat dari Rp211 triliun pada kuartal I-2020 menjadi Rp428 triliun pada kuartal II-2024. Pertumbuhan investasi ini mencerminkan kenaikan yang substansial dalam waktu yang relatif singkat, yaitu dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun. Selain itu, pertumbuhan investasi yang tercatat pun stabil, dengan angka sekitar 4,4 persen *year-on-year* (yoy). Meskipun tren pertumbuhan tersebut sudah menjanjikan, Sri Mulyani menyatakan bahwa masih ada potensi untuk mempercepat pertumbuhan investasi agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Peningkatan ini tidak hanya disebabkan oleh PMA dan PMDN, tetapi juga didukung oleh pertumbuhan kredit perbankan untuk aktivitas bisnis. Sebagai tambahan, hingga Juni 2024, kredit investasi mencatat pertumbuhan sebesar 11,5 persen yoy, sementara kredit modal kerja mengalami pertumbuhan 10,9 persen yoy. Total kredit perbankan juga tumbuh pada tingkat yang sama, yaitu 11,5 persen yoy. Pertumbuhan yang dikatakan sebagai "double digit" ini dari sektor perbankan, PMA, dan PMDN berkontribusi pada penanaman *capital* yang pada gilirannya memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menambahkan bahwa Kementerian Investasi/BKPM telah menerima target investasi yang signifikan, yakni antara Rp1.850 triliun hingga Rp1.900 triliun untuk tahun 2025. Target ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun ini yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.650 triliun. Untuk rencana strategis Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi sepanjang tahun 2024 dijadwalkan mencapai Rp1.239,3 triliun. Data ini menunjukkan bahwa optimisme terhadap pertumbuhan investasi di Indonesia terus dipertahankan, mencerminkan keyakinan akan potensi ekonomi yang dapat dieksplorasi lebih lanjut. ANTARA