BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pulang Pisau (Dishubkominfo Pulpis) meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan penyeberangan. Dishubkominfo Pulpis mengantisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan yang menggunakan angkutan penyeberangan menghadapi arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.
“Dermaga penyeberangan harus dalam keadaan layak, apalagi menghadapi lonjakan penumpang, khususnya dalam arus mudik dan balik nanti. Kami mengantisipasi agar dalam arus mudik nanti berjalan lancar dan aman bagi para penyeberang. Dalam operasi nanti akan bekerjasama dengan Satuan Polisi Air,” kata Staf Dishubkominfo Pulpis, Rustam, Rabu (22/6/2016).
Pihak Dishubkominfo kata Rustam akan melakukan pengecekan pada 10 hari sebelum lebaran, di antaranya juga melakukan penertiban izin penyeberangan. Pasalnya, masih ada armada angkuran penyeberangan yang beroperasi. “Kalau petugas kita tidak ada di lapangan, mereka yang tidak memiliki izin melakukan operasional,” terang Rustam.
Menurut Rustam dengan pengecekan kelayakan kondisi kapal, kapasitas muat angkutan penyeberangan dapat dikontrol. Pihaknya akan menempatkan petugas untuk memantau dan mengawasi keselamatan para penumpang kapal feri penyeberangan, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum dan sesudah lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah.
Rustam mengharapkan pihak pengelola angkutan penyeberangan tidak mengoperasikan kapalnya jika kondisinya tidak layak. Demikian juga kata dia, kapal feri penyeberangan harus dilengkapi. “Jangan sampai keselamatan penumpang diabaikan oleh pengelola kapal feri penyeberangan, dan sudah tugas kita untuk mengawasi, jika tidak lengkap jangan coba-coba beroperasi.”
Sebanyak 32 dermaga di Pulang Pisau, untuk penyeberangan feri. Di antaranya Dermaga Desa Kalawa, Dermaga Mintin, Dermaga Badirih, Dermaga Sebangau, Dermaga Buntoi, Dermaga Feri Desa Pantik, Dermaga Tahi Jaya, Dermaga Feri Anjir Sampit. (JAMES DONNY/N).








