PADANG –
**Borneonews**, Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah memberikan piagam penghargaan kepada seorang warga berjiwa patriot, Tulih Sutan Kulipah (76 tahun), yang mengibarkan bendera merah putih di puncak pohon setinggi 80 meter. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Agam, Andri Warman, setelah pelaksanaan upacara bendera yang memperingati Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Agam. Dalam sambutannya, Tulih Sutan Kulipah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada bupati yang telah mengundangnya dalam pelaksanaan HUT Ke-79 RI dan menyerahkan piagam penghargaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kisah perjuangannya dimulai dari kampung halamannya. Dengan usia yang tidak lagi muda, ia mempersiapkan diri secara matang untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi di Malalak Selatan. Pohon setinggi 80 meter yang ia pilih terletak di dalam hutan, dipilihnya dengan penuh pertimbangan. Meskipun perjalanan menuju puncak tersebut dipenuhi tantangan, semangat cinta tanah air yang berkobar dalam dirinya membuat setiap rintangan terasa dapat dilalui. Ketika bendera merah putih berkibar gagah di puncak pohon itu, ia merasakan seolah-olah ikut serta dalam perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. "Bagi saya tindakan ini bukan sekadar ritual, melainkan wujud nyata dari rasa cinta dan pengorbanan untuk negeri tercinta. Ini merupakan kemauan saya untuk memasang bendera menjelang HUT Ke-79 RI," ungkap Tulih, yang berprofesi sebagai petani. Bupati Andri Warman memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi Tulih yang telah mengibarkan bendera merah putih di lokasi dengan ketinggian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Tulih merupakan contoh nyata dari kecintaan kepada tanah air yang tidak mengenal usia maupun keterbatasan fisik. “Beliau telah mengajarkan kepada kita semua bahwa nasionalisme harus diwujudkan dalam tindakan nyata, tidak hanya dalam kata-kata. Kami bangga memiliki tokoh seperti Tulih di Kabupaten Agam,” jelasnya. Selain itu, bupati menambahkan bahwa aksi Tulih menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga dan menghormati simbol-simbol kebangsaan. Di tengah arus modernisasi yang serba cepat, tindakan sederhana namun penuh makna ini mengajarkan pentingnya menjaga warisan nasionalisme yang harus diteruskan oleh setiap generasi ke depan. ANTARA