SEMARANG –
**Borneonews, Banyumas** Perum Bulog Cabang Banyumas telah melaksanakan kegiatan bertajuk *"Bulog Siaga Merdeka"* di Lapangan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia. Pimpinan Perum Bulog Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengungkapkan bahwa kegiatan *"Bulog Siaga Merdeka"* ini diselenggarakan secara serentak di 79 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Lapangan Kedungbanteng. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengamankan harga pangan pada momentum perayaan HUT RI. Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat positif. Banyak warga yang antusias membeli komoditas yang dijual dengan harga terjangkau oleh Bulog, seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir. Prawoko mencatat, untuk komoditas beras saja, terjual hampir 1 ton selama berlangsungnya acara ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berharap kegiatan ini dapat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan. Salah satu warga, Ritem (54), mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan kegiatan *"Bulog Siaga Merdeka"*. Ia menjelaskan, dirinya membeli beras dengan harga Rp56.500 per kantong yang berisi 5 kilogram, yang mana harganya jauh lebih rendah dibandingkan di pasaran. Berdasarkan penjelasannya, harga beras di pasaran saat ini mencapai Rp13.500 per kilogram. Dengan demikian, harga beras yang dijual oleh Bulog itu setara dengan Rp11.300 per kilogram, jelas Ritem. Warga lainnya, Masitoh (51), juga menuturkan bahwa dirinya membeli minyak goreng dari Bulog dengan harga Rp14.500 per liter. Ia membandingkan harga tersebut dengan harga minyak goreng di pasaran yang mencapai Rp15.000 per liter, sehingga jelas terlihat bahwa harga yang ditawarkan oleh Bulog lebih murah. Masitoh berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin oleh Bulog, karena dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Adanya kegiatan ini menunjukkan perhatian Bulog terhadap kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi saat ini. ANTARA