MATARAM –
**Borneonews**, Lombok Utara - Jumlah kunjungan wisatawan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Gili Tramena, yang meliputi Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengakui bahwa saat ini arus wisatawan menuju tiga gili tersebut mengalami masa ramai (high season). Namun, ia mencatat bahwa tingkat kunjungan saat ini masih di bawah angka kunjungan tahun lalu. “Untuk tingkat kunjungan jika kita bandingkan dengan tahun lalu, sebetulnya terjadi penurunan sekitar 1.000 orang per hari,” ungkap Kusnawan. Pada bulan Juli tahun lalu, angka kunjungan sudah di atas 3.500 per hari, sedangkan untuk bulan Agustus mencapai 4.000. Sementara itu, tahun ini, kunjungan pada bulan Juli maksimal hanya 2.500-3.000 per hari, dan pada bulan Agustus mencapai 3.100. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor pariwisata memasuki masa high season, angka kunjungan belum mencapai angka yang dicatat pada tahun lalu. Sebagian besar wisatawan yang mengunjungi tiga gili ini adalah mancanegara yang datang dari Bali dengan menggunakan kapal cepat. Sementara wisatawan domestik, umumnya masuk melalui Pelabuhan Bangsal dan sekitarnya. Tingginya minat wisatawan terhadap kawasan ini berimplikasi pada meningkatnya okupansi hotel yang saat ini mencapai 95 persen. Namun, lanjutnya, meskipun kunjungan meningkat, kunjungan tersebut belum diikuti dengan lama tinggal wisatawan yang optimal. “Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar lama tinggal ini bisa lebih panjang. Tidak hanya di tiga gili, tetapi juga di destinasi lain di NTB. Hal ini perlu dibahas bersama, apakah ini bisa terlaksana. Tinggal bagaimana kita mengemas dan memiliki visi misi yang sama terkait hal ini, karena sayang jika peluang sudah di depan mata tetapi belum dimaksimalkan,” tambahnya. Kusnawan juga menekankan pentingnya perbaikan dalam pengelolaan database kunjungan. Ia mengungkapkan bahwa masalah ini sering menjadi kendala, karena data yang tersedia masih sangat global dan tidak komprehensif. “Data ini tidak hanya penting bagi industri, tetapi juga untuk semua pihak. Kita memerlukan data yang jelas berdasarkan nama dan tujuan masing-masing,” ujarnya. Dengan data yang terorganisir, akan lebih jelas pergerakan tamu dan dapat meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan data. Selain itu, perlu juga perhatian dalam hal sarana dan prasarana untuk kenyamanan tamu. Kendala di sektor penyeberangan pada masa-masa high season masih menjadi masalah yang perlu diatasi. Keamanan dan kenyamanan tamu juga menjadi hal yang harus diperhatikan dengan serius. Terlepas dari berbagai tantangan tersebut, Kusnawan berharap keindahan dan pesona ketiga gili ini tetap terjaga agar kawasan ini tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di NTB dan Indonesia. Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB) Pelabuhan Bangsal di Lombok Utara, Sabarudin, juga mengakui bahwa saat ini adalah bulan-bulan ramai arus kedatangan wisatawan ke tiga Gili tersebut. Menurut data dalam tiga bulan terakhir, jumlah penumpang ke Gili Trawangan pada bulan Juni rata-rata per hari adalah 800-1.000 orang, dengan total penumpang mencapai 27.287 orang selama sebulan. Untuk Gili Air, rata-rata penumpangnya adalah 350-500 orang per hari dengan total 13.475 penumpang, sedangkan Gili Meno mencatat 70-100 penumpang per hari dengan total mencapai 1.875 orang. Pada bulan Juli, jumlah penumpang ke Gili Trawangan meningkat menjadi rata-rata 800-1.300 orang per hari, dengan total bulanan sebesar 33.289 orang. Gili Air juga mengalami lonjakan dengan rata-rata 300-500 penumpang per hari, total mencapai 14.000 orang, sedangkan Gili Meno mencatat 35-70 penumpang per hari dengan total sebulan sebesar 1.855 orang. Untuk data sementara dari tanggal 1 hingga 14 Agustus, Gili Trawangan menunjukkan rata-rata penumpang harian antara 1.000-1.500 orang, dengan total penumpang mencapai 17.783 orang. Gili Air mencatat rata-rata penumpang harian antara 300-500 orang dengan total 6.510 orang, sementara Gili Meno rata-rata hanya 35 orang per hari dengan total 490 orang penumpang. “Jika kita rata-ratakan, mayoritas penumpang merupakan wisatawan domestik yang melakukan perjalanan dari Bangsal. Sementara untuk wisatawan mancanegara biasanya langsung berangkat dari Bali. Jadi, kita dapat melihat keramaian yang terjadi sejak bulan Juli dan berlanjut hingga Agustus ini,” tutup Sabarudin. ANTARA