KENDARI –
**Borneonews**, Kendari - Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, yang berada di bawah naungan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran. Insiden tersebut terjadi di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra. Kombes Pol Aris Tri Yunarko, Kepala Polresta Kendari, menjelaskan bahwa tawuran ini pertama kali dilaporkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebagai respons, petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli segera mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pengecekan. "Dari hasil pengecekan, kami menemukan beberapa pelajar dari berbagai sekolah yang sedang terlibat tawuran. Mereka langsung diamankan," ungkap Aris Tri Yunarko. Pelajar-pelajar tersebut kemudian dibawa ke Polsek Mandonga dan selanjutnya ke Polresta Kendari untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selama proses pemeriksaan, polisi menemukan beberapa jenis senjata tajam, termasuk pisau, yang sengaja dibawa oleh para pelajar untuk digunakan saat tawuran. Aris Tri Yunarko menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Tim patroli dari Polresta Kendari, Brimob, serta Polda Sultra juga sedang berkeliling untuk memonitor area lain yang dianggap rawan terjadi tawuran susulan. "Kami berharap seluruh anggota tetap siaga di lapangan. Kami juga mengajak warga untuk bersinergi dalam menjaga keamanan. Orang tua diharapkan dapat memantau anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi-aksi yang merugikan," imbau Aris Tri Yunarko. Lebih lanjut, dia mengingatkan kepada semua orang tua untuk senantiasa memperhatikan keberadaan anak-anak mereka untuk mencegah keterlibatan dalam tawuran. Salah seorang warga setempat, Rizal, melaporkan bahwa tawuran tersebut sempat membuat ketakutan di kalangan masyarakat. Lemparan batu oleh pelajar yang terlibat tawuran tak jarang mengenai kendaraan serta lapak-lapak dagangan masyarakat sekitar. "Tadi itu ada yang kena batu mobilnya orang yang lewat, kacanya pecah," jelas Rizal, menggambarkan situasi yang terjadi di lokasi tawuran. Kejadian ini menyoroti pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di kalangan pelajar. ANTARA