AMBON –
**Borneonews**, Ambon - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, baru-baru ini menyerahkan bantuan penanggulangan bencana di Kota Ambon, Maluku. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dengan penuh harapan akan meningkatkan kemampuan daerah dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Bantuan yang diserahkan oleh Menko PMK kepada Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus N Kaya, meliputi satu unit mobil ambulans, dana siap pakai sebesar Rp250 juta yang dialokasikan untuk dukungan operasional penanganan darurat bencana hidrometeorologi tahun 2024, serta berbagai bantuan lainnya. Penyerahan berlangsung di Ambon pada hari Sabtu. Menteri Muhadjir Effendy menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BNPB atas dukungan yang diberikan kepada daerah yang terdampak bencana, terutama dalam hal persiapan dan penanganan bencana alam. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang proaktif dalam penanganan bencana, yang tidak hanya bersifat antisipatif. "Kepala BNPB ini luar biasa karena saat ini pendekatan penanganan bencana bukan hanya antisipatif, tetapi diperlukan aktif menjadi proaktif, dan BNPB juga bisa mendeteksi daerah mana yang mempunyai potensi bencana, khususnya gempa bumi," ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana, terutama di wilayah Maluku. Ia menegaskan pentingnya persiapan menyeluruh yang tidak hanya mencakup pascabencana, tetapi juga pengantisipasian sejak dini. "Kita siapkan semua yang diperlukan bukan hanya pascabencana, tetapi antisipasi terjadinya bencana, mengingat Indonesia ditakdirkan berada di wilayah yang memang langganan bencana, yakni berada di dalam 'ring of fire' atau cincin api," tuturnya. Lebih lanjut, Menko PMK meminta Pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan identifikasi terhadap wilayah-wilayah yang belum mendapatkan penanganan lebih cepat dari BNPB. "Di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, sesuai data BNPB, terdapat ratusan rumah akibat bencana yang belum tertangani. Karena itu, saya minta pak penjabat gubernur dan sekda untuk melakukan identifikasi," tegasnya. Suharyanto, selaku Kepala BNPB, menambahkan bahwa selain menyalurkan bantuan penanganan bencana, BNPB juga akan memberikan tambahan anggaran operasional bencana. Ia menjelaskan bahwa Pemkot Ambon masih menetapkan status siaga tanggap darurat dan anggaran tersebut diharapkan dapat digunakan untuk langkah-langkah antisipatif. "Kami akan memberikan anggaran operasional guna mengantisipasi terjadinya bencana. Kami berharap tidak terjadi bencana, dan bantuan yang diberikan bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat Kota Ambon," ujarnya. Sementara itu, Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus N Kaya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan pemerintah pusat terhadap Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon. "Bantuan yang diberikan saat ini menjadi pertanda baik perhatian komitmen pemerintah pusat bagi Kota Ambon. Bantuan ini akan dimanfaatkan dengan baik," katanya. ANTARA