**Borneonews**, Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Silmy Karim, mengungkapkan sejumlah keunggulan dalam desain baru paspor yang diluncurkan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia pada Sabtu lalu. Dalam acara yang bertajuk *Peluncuran Desain Baru Paspor Republik Indonesia* di Jakarta, Silmy menjelaskan bahwa keunggulan desain tersebut terbagi dalam dua aspek utama, yaitu aspek visual dan keamanan.
Dari segi visual, paspor baru ini akan menyajikan desain yang lebih mencerminkan identitas budaya Indonesia. Warna yang mendominasi desain baru adalah merah dan putih, menggantikan nuansa hijau kebiruan yang ada pada desain lama. Silmy menekankan bahwa "warna yang identik dengan Indonesia ini membawa semangat perjuangan bangsa."
Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa setiap lembar isi paspor akan menampilkan 33 motif kain Nusantara, serta motif-motif yang menggambarkan kekayaan khas daerah, seperti rumah tradisional. Ia mengungkapkan, "Kita banyak tidak tahu bahwa ada 5.849 motif kain dari Sabang sampai Merauke. Kenapa kita tidak ambil? Desain paspor Indonesia bisa juga menceritakan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia." Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat identitas Indonesia di mata dunia.
Dalam aspek keamanan, terdapat peningkatan guna memenuhi standar yang diatur oleh The International Civil Aviation Organisation (ICAO). ICAO Annex 9 tentang Facilitation Bab 3, Subbab C, menyebutkan bahwa setiap negara harus secara berkala memperbarui teknik dan fitur pengamanan paspor sesuai dengan perkembangan terbaru. Upaya ini dilakukan untuk mencegah pemalsuan, replikasi, serta penghapusan data pada paspor.
Dalam desain baru paspor, kombinasi fitur keamanan yang diterapkan mencakup sampul paspor yang tahan panas, fleksibel, dan dapat melindungi chip. Bagian biodata paspor terbuat dari bahan polikarbonat yang dilapisi dengan *coating* pada permukaannya. Selain itu, kertas pada buku paspor tersebut dilengkapi dengan pengaman yang sensitif terhadap bahan kimia.
Penggunaan tinta pada paspor adalah dua jenis; tinta kasat mata (*fluorescent ink*) dan tinta tidak kasat mata (*infra red ink*), yang akan berpendar ketika terpapar sinar ultraviolet. Tinta ini juga digunakan pada benang jahitan buku paspor yang terbuat dari tiga warna berbeda. Silmy mengungkapkan, "Penggunaan kombinasi fitur pengamanan bahan baku dan teknologi percetakan baru menjadi perhatian utama untuk memastikan bahwa paspor dapat digunakan untuk melakukan perlintasan antarnegara serta memberikan kemudahan dalam proses autentikasi."
Meskipun peluncuran secara resmi dilakukan pada 17 Agustus 2024, paspor dengan desain baru ini direncanakan akan mulai disebarkan pada tahun berikutnya, tepatnya pada 17 Agustus 2025. Silmy menambahkan, "Pelayanan akan mulai pada 17 Agustus tahun depan karena ini perlu persiapan, dari proses percetakan, distribusi, serta penyiapan sistemnya, jadi harap bersabar."
ANTARA
Keunggulan Desain Baru Paspor RI 2024, Simak Fitur-Fiturnya
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Tinjau Pembangunan Rumah Anak Korban Perundungan
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Bupati Seruyan Minta Pelajar Hindari Bullying
Nenek Sebatang Kara di Kotim Sakit dan Hidup Sendiri, Bupati Minta Dipantau Rutin
Bupati Kotim Pastikan Pemda Bantu Pembangunan Masjid Al-Muhajirin yang Terbakar
Senkom Mitra Polri Kobar Dukung Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







