JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan harapannya agar pemerintahan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Republik Indonesia Periode 2024-2029, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, dapat membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih baik. Dalam pernyataannya, Wapres menekankan, "Harapan saya, presiden yang akan datang akan bisa membawa Indonesia lebih baik lagi." Pernyataan tersebut disampaikan Wapres setelah ia menghadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta. Di momen yang istimewa ini, Wapres juga merasakan haru saat mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia serta Upacara Penurunan Bendera yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 RI di lokasi yang sama, yaitu Istana Merdeka, Jakarta. Wapres menekankan bahwa upacara peringatan HUT Ke-79 RI ini merupakan yang terakhir kalinya ia hadiri sebagai Wakil Presiden Ke-13 Republik Indonesia. "Pasti terharu, saya bilang ini kan hari ulang tahun sekaligus pamitan; dalam istilah agama disebut wada, wada, tawaf wada, kita meninggalkan sebagai wakil presiden sangat terharu," ujarnya. Pelaksanaan upacara kali ini terasa lebih istimewa karena diadakan di dua lokasi, yaitu di Istana Merdeka Jakarta dan Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur. Wapres berharap bahwa IKN kelak dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih merata di seluruh tanah air. Ia mengatakan, "Diperingati dengan begitu meriah di dua tempat. Tempat yang kita harapkan menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih merata." Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan pesan kepada Gibran agar dapat bekerja dengan fokus dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada di masa depan. Pesan tersebut disampaikannya saat keduanya duduk berdampingan dalam Upacara HUT Ke-79 Kemerdekaan RI. "Ngobrol biasa aja. Kita ke depan bahwa 'kan saya tinggal dua bulan, seterusnya Mas Gibran. Saya berharap Mas Gibran bisa bekerja baik, bisa fokus menghadapi tantangan ke depan yang diperkirakan tidak mudah," tambah Wapres. ANTARA