AMBON –
**Borneonews, Ambon** - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyatakan bahwa upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia di Kota Tual, Provinsi Maluku, tidak kalah hikmat dan wibawa dibandingkan dengan upacara yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Istana Merdeka di Jakarta. Menko PMK menegaskan, "Upacara HUT RI di Kota Tual cukup rapi dan tertib. Paskibraka juga mendapatkan dukungan yang tidak kalah dari masyarakat," ungkapnya usai menyerahkan bantuan di Ambon. Muhadjir menjelaskan bahwa ia tidak mengikuti upacara di Jakarta atau IKN atas izin dari Presiden Joko Widodo, dan lebih memilih untuk merayakannya di Tual. Ini bukan hanya karena Tual merupakan bagian dari Provinsi Maluku, tetapi juga karena wilayah tersebut termasuk dalam kategori 3T, yakni terluar, terpencil, dan tertinggal. Lebih lanjut, ia melanjutkan, "Namun, ternyata Kota Tual tidak tertinggal. Kemajuannya luar biasa. Saya belum pernah ke Tual dan sebelum datang, saya membayangkan Kota Tual itu masih terbelakang karena terlalu jauh dari pusat pemerintahan. Ternyata tidak demikian." Bahkan, angka kemiskinan ekstrem di Kota Tual berada di bawah rata-rata nasional, yaitu sebesar 0,6 persen, sementara di pusat masih terdapat angka 0,83 persen. "Kami melihat kemajuan yang luar biasa dalam pembangunan Provinsi Maluku, sampai wilayah 3T sudah terjangkau berbagai macam kebijakan demi pemerataan. Namun, masih diperlukan kerja keras yang lebih untuk menciptakan Provinsi Maluku yang semakin maju dan baik," imbuhnya. Seperti diketahui, salah satu visi yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke IKN adalah untuk membangun Indonesia yang bukan berpusat di Jakarta maupun Jawa. Dengan tujuan menciptakan pusat gravitasi baru yang benar-benar terletak di tengah atau mendekati pusat, diharapkan akan tercipta pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan amanah yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Menko PMK juga menyebutkan bahwa jarak tempuh dari Jakarta ke Tual adalah sekitar 2.700 km, namun jarak tersebut akan berkurang jika dihitung dari IKN. Ia meyakini bahwa jika kebijakan pemerintah diambil di IKN, resonansi dari keputusan tersebut akan lebih merata, terutama menuju wilayah Indonesia Timur. "Harus kita akui bahwa sampai saat ini, wilayah Indonesia Timur belum dapat maju dibandingkan dengan bagian barat. Saya yakin bahwa keputusan yang diambil di IKN akan berbeda dengan yang diambil di Jakarta untuk wilayah timur, termasuk Maluku," ujarnya. Oleh karena itu, Muhadjir mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyongsong Indonesia yang baru, yaitu Indonesia yang maju dengan perspektif Indonesia sentris. "Di mana IKN menjadi episentrum dari pengambilan kebijakan, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih merata kepada wilayah Indonesia Timur," tambahnya. ANTARA