BATAM –
**Borneonews**, Batam - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal IV) Batam merayakan Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonesia dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di tiga lokasi berbeda yang berlokasi di perairan Kepulauan Riau, yang merupakan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia dan Singapura, pada hari Sabtu. Dalam acara pengibaran bendera tersebut, dihadiri sekitar 200 peserta. Peserta terdiri dari TNI-Polri sebanyak 80 personel, pekerja proyek sebanyak 45 orang, siswa dari SMA sebanyak 10 orang, 10 personel SAR, serta 52 nelayan yang ikut serta dengan membawa 26 perahu nelayan. Upacara pengibaran bendera dilakukan di tiga lokasi tersebut. Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, hadir di dataran Engku Putri. Sementara itu, Wakil Komandan Lantamal IV, Kolonel Luat (P) Fajar Hernawan, bertindak sebagai inspektur upacara di Markas Komando (Mako) Lantamal IV Batam. Di lokasi lain, Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanla IV) berhasil mengibarkan bendera di Karang Singa, yang terletak di Kabupaten Bintan, pada perairan perbatasan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengibaran bendera di tiga lokasi tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah momen pembuktian komitmen Lantamal IV dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Sejengkalpun kami akan menjaga kedaulatan ini," ujarnya. Lebih lanjut, Tjatur mengapresiasi kegiatan pengibaran bendera di perairan perbatasan tersebut, yang berjarak 3,70 mil laut dari Tanjung Sanding, Kecamatan Bintang Utara, Kabupaten Bintan. Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, menjadikan momen ini semakin penting dalam konteks nasionalisme. Menurutnya, aksi tersebut memiliki banyak nilai positif yang bisa ditanamkan kepada generasi muda bangsa. "Generasi muda perlu tahu dan memiliki semangat nasionalisme ini," ujar Tjatur, yang merupakan orang nomor satu di Lantamal IV. Tjatur juga menekankan bahwa peringatan HUT Ke-78 RI harus membawa semangat baru untuk perjuangan pembangunan. Ia merujuk pada semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" sebagai pegangan utama dalam menjamin persatuan bangsa. Sejalan dengan tema HUT RI tahun ini, "Nusantara Baru Indonesia Maju," terdapat semangat patriotisme, nasionalisme, serta toleransi yang ingin terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. ANTARA