BORNEONEWS, Kotim - Memasuki H-13 lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah, arus mudik di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) belum terlalu membeludak. Karena dari awal bulan suci Ramadan 2016, hingga Rabu (22/6/2016) hanya 3.000 penumpang kapal laut yang berangkat dari Pelabuhan Sampit.

"Arus mudik sudah ada peningkatan penumpang, namun baru sekitar 3.000 orang yang berangkat. Masih terbilang sedikit yang berangkat, namun saya yakin prediksi arus mudik tahun ini semua penumpang bisa terangkut," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit, Benny Noviandinuddin, Rabu (22/6/2016).

Berkaca pada arus balik lebaran 2015, Kotim kedatangan 24.500 orang dari pulau Jawa. Prediksi arus mudik tahun ini diperkirakan ada 24.000 orang yang akan berangkat dari Pelabuhan Sampit. Dengan adanya hal itu, Benny yakin bahwa semua penumpang akan terangkut semua.

"Saya yakin saja semua pemudik terangkut, karena jadwal keberangkatan kapal cukup banyak, dan juga ada penambahan kapal lagi," ungkap Benny.

Untuk kapal penumpang masih banyak yang tersedia tiketnya. Hanya saja pada H-7 hingga H-2 semua sudah ludes dipesan penumpang. Bagi pekerja maupun warga daerah ini yang hendak pulang ke kampung halamannya menggunakan kapal, diharapkan bisa memesan tiket di atas H-7 tersebut, sehingga tidak lagi ketinggalan kapal atau keberangkatan yang tertunda.

"Yang pasti hanya yang memiliki tiket saja yang boleh masuk kapal, kalau tidak, terpaksa harus tinggal," kata Benny.

Sementara Kepala Pelni Cabang Sampit, Lamson Ompusunggu mengatakan, saat ini penumpang memang ada peningkatan, namun belum terlalu banyak. "Besok ada sekitar 1.200 orang penumpang yang berangkat, dan itu akan jumlah tersebut akan berlanjut hingga H-2 lebaran nantinya," ucap Lamson.

KM Sirimau yang bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (22/6/2016), mengangkut 864 orang penumpang. Jumlah itu masih belum memenuhi kapasitas kapal milik PT Peli tersebut. Sementara untuk rute yang dilalui dari Sampit menuju Semarang dan Surabaya, masih dalam kategori aman. Tinggi gelombang berada pada batas normal yaitu sekitar 1 meter. (M. HAMIM/N).