**Borneonews**, Gaza - Rumah Sakit Al-Awda di Gaza utara mengeluarkan peringatan serius bahwa mereka mungkin terpaksa menghentikan operasinya dalam waktu 24 jam ke depan akibat kekurangan bahan bakar yang parah. Mohammed Salha, penjabat direktur rumah sakit tersebut, mengkonfirmasi bahwa sektor kesehatan di Gaza utara sedang mengalami krisis serius terkait pasokan medis dan bahan bakar yang semakin menipis.
Salha menyatakan, "Jika bantuan bahan bakar tidak segera dikirim oleh Organisasi Kesehatan Dunia, rumah sakit akan terpaksa berhenti beroperasi dalam waktu 24 jam." Akibatnya, saat ini, Rumah Sakit Al-Awda mengandalkan generator kecil untuk memberikan layanan kesehatan penting kepada pasien yang sangat membutuhkan.
Sejak dimulainya konflik bersenjata, militer Israel telah secara langsung menargetkan rumah sakit serta infrastruktur kesehatan di Gaza. Tindakan ini mengakibatkan banyak rumah sakit tidak dapat beroperasi secara optimal, sehingga membahayakan nyawa pasien dan korban luka, menurut laporan yang diterbitkan oleh otoritas Palestina serta Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selain serangan langsung, Israel juga membatasi masuknya bantuan kemanusiaan, pasokan medis, dan bahan bakar ke wilayah Gaza. Meskipun ada beberapa bantuan yang diizinkan untuk masuk, jumlahnya sangat minim dan tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.
Pemerintah Gaza, bersama dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), telah mengonfirmasi bahwa bantuan yang terbatas ini jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan besar yang dihadapi oleh penduduk Gaza saat ini. Dalam konteks tersebut, Israel dituduh mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak untuk segera melaksanakan gencatan senjata. Kritik internasional meningkat seiring dengan serangan yang berlanjut di Gaza sejak serangan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober tahun lalu.
Serangan tersebut telah menyebabkan lebih dari 40.000 orang tewas, mayoritas adalah wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 92.400 orang, menurut data otoritas kesehatan setempat. Lebih dari 10 bulan berlalu sejak dimulainya serangan, situasi di Gaza semakin parah dengan hancurnya banyak wilayah akibat blokade yang ketat terhadap pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel juga menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, yang memerintahkan kepada negara itu untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah. Di sana, lebih dari 1 juta warga Palestina berusaha mencari perlindungan dari perang sebelum wilayah tersebut mengalami serangan pada 6 Mei.
ANTARA
RS Al-Awda di Gaza Terancam Tutup, Butuh Bantuan Segera
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Arsenal Samai Poin Man City setelah Tekuk Everton 2-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







