JAKARTA –
**Borneonews**, Nusantara President Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, menekankan pentingnya pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menjadi kunci untuk mewujudkan kesetaraan daerah, baik di wilayah barat, timur, maupun pusat. Dalam pernyataannya setelah upacara pengibaran bendera di Nusantara, Kalimantan Timur, ia mengungkapkan, "Indonesia adalah negara yang sangat besar; kesetaraan di semua wilayah sangat dibutuhkan. Wilayah timur, pusat, dan barat harus mendapatkan bagian yang sama." Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai kelanjutan pembangunan ibu kota baru, Nusantara. Jokowi menegaskan pentingnya pendekatan pembangunan yang berfokus pada Indonesia secara keseluruhan, bukan hanya Jawa. Di bawah pendekatan yang mengedepankan Indonesia, pengembangan telah dilakukan di daerah pinggiran, desa, dan wilayah-wilayah terluar. Ia menambahkan, "Untuk desain ke depan, lima tahun ke depan, sepuluh tahun ke depan, Anda bisa bertanya kepada Prabowo Subianto." Mengenai masa depan pembangunan Nusantara, Prabowo Subianto, calon presiden yang akan datang, telah menegaskan bahwa pembangunan akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan pemerintahannya. Subianto menyatakan optimisme bahwa Nusantara akan mulai berfungsi dengan baik dalam waktu 4–5 tahun ke depan, meskipun konstruksi ibu kota baru diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun untuk diselesaikan. Sebelumnya, dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tanggal 16 Agustus, Presiden Widodo juga mencatat bahwa pemerintahannya telah melaksanakan pembangunan yang berfokus pada Indonesia selama sepuluh tahun terakhir. Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, pemerintah telah berhasil membangun 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, dan 2.700 kilometer jalan tol baru. Pencapaian ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur yang mendukung pembangunan nasional secara merata di seluruh pelosok tanah air. ANTARA