JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) telah menunjukkan semangat persatuan antarbangsa dengan menggelar pembentangan bendera nasional Republik Indonesia dan Palestina. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Tebing Alam Lematang, Lahat, Sumatera Selatan, pada Sabtu. Tim yang terlibat dalam pembentangan bendera ini terdiri dari Muhammad Fauzi, Masagus Farizi Hidayat, Zahfarina Wulan Agustin, Kautsar Ahmad Diozan, Lazuardi Bimahdi, Rizki Nia Rahmawati, Widya Halawa, dan Fabila Al-Akbar. Mereka merupakan atlet panjat tebing yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Gemapala Wigwam Fakultas Hukum Unsri. Ketua Umum Gemapala Wigwam Fakultas Hukum Unsri, Erico Carter, menyatakan bahwa pembentangan bendera Merah Putih bersanding dengan bendera Palestina ini merupakan bentuk penghormatan mereka, sebagai pemuda, kepada perjuangan para pahlawan nasional dan seluruh warga Palestina yang saat ini sedang berjuang melawan kejahatan genosida. Semangat perjuangan untuk persatuan antarbangsa ini direpresentasikan melalui proses ekspedisi pembentangan bendera yang tidak mudah, karena mereka harus melintasi hutan perbukitan. Erico menjelaskan bahwa sebelum melakukan ekspedisi, tim atlet menjalani pelatihan fisik dan teknik pemanjatan tebing dalam waktu yang cukup panjang, serta menguras tenaga di bawah pendampingan para mentor dan dukungan Dekanat Fakultas Hukum Unsri. Bermodalkan fisik yang prima dan dukungan moril, rekan-rekannya berhasil membawa peralatan berat, termasuk tali berukuran 400 meter dan berbagai alat pemanjatan yang berbobot 50 kilogram. Dengan usaha tersebut, mereka mampu membentangkan bendera nasional yang berukuran 6 x 4 meter pada puncak tebing berketinggian 130 meter. Lokasi pembentangan berada di Tebing Lematang, Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, yang berjarak sekitar 152 kilometer dari Kota Palembang, ibu kota Sumatera Selatan. Tim berada di lokasi sejak 15 Agustus lalu dan menempuh perjalanan melalui hutan serta melintasi aliran sungai Lematang yang memiliki arus deras. Erico melaporkan bahwa semua anggota tim dalam keadaan sehat dan tantangan yang ada berhasil dilalui, sehingga bendera dapat terbentang sesuai target. Pada acara ini, turut serta personel Komando Rayon Militer 405-07 Pulau Pinang, Kepolisian Sektor Pulau Pinang, Camat, serta puluhan pemuda Desa Tanjung Sirih dan sekitarnya untuk melaksanakan upacara penghormatan kepada bendera Merah Putih dan berdoa bagi para pejuang Tanah Air. Selain itu, mereka juga melakukan sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan hutan selama musim kering dan pembersihan bantaran sungai. Erico berharap bahwa kegiatan ekspedisi pemanjatan tebing dan pembentangan bendera ini dapat memotivasi pemuda, terutama kalangan mahasiswa di seluruh Indonesia, untuk mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan positif dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup lintas budaya. Lebih jauh, kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk eksistensi organisasi mahasiswa pencinta alam Indonesia (Mapala) yang tetap konsisten dalam memelihara nilai-nilai sosial, kebangsaan, dan lingkungan hidup, serta terus belajar mengaplikasikan ilmu guna misi pemeliharaan hutan, sungai, dan laut agar tetap lestari. ANTARA