**Borneonews**, Pulau Sebatik
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Lolly Suhenty, memastikan bahwa jajaran pengawas pemilu di Pulau Sebatik, serta perwakilan Bawaslu Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, tetap dalam keadaan siaga. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Lolly menyampaikan hal tersebut saat memimpin Apel Siaga Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak di Lapangan Sungai Nyamuk, Sebatik Timur, Nunukan. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan pentingnya Bawaslu untuk memastikan semua tahap pemilihan berlangsung tanpa kendala, termasuk di wilayah perbatasan yang seringkali jauh dari pusat pemerintahan. Kenapa wajib? Karena kalau kita cinta NKRI, maka seharusnya pilkada di Sebatik khususnya, dan umumnya di Indonesia, pastilah berjalan dengan damai, lancar, tanpa hambatan, ungkap Lolly saat memberikan amanat dalam apel tersebut.
Pulau Sebatik merupakan salah satu daerah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Pada bagian selatannya, pulau ini dikuasai oleh Indonesia. Di beberapa area di Sebatik, terdapat warga Indonesia yang memiliki hak pilih, tinggal di rumah-rumah yang terletak tepat di garis batas RI-Malaysia. Dengan demikian, beberapa di antara mereka tinggal di wilayah yang terbagi antara Indonesia dan Malaysia.
Acara Apel Siaga Pengawasan Partisipatif Pemilihan Serentak diadakan pada Sabtu, bertepatan dengan peringatan HUT Ke-79 Republik Indonesia. Acara tersebut diikuti oleh para pengawas pemilihan di seluruh Pulau Sebatik, serta perwakilan pengawas dari Kabupaten Nunukan dan Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu, apel ini juga melibatkan mitra-mitra strategis Bawaslu, seperti aparatur pemerintah pada level kecamatan di Sebatik, personel pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, dan kelompok masyarakat lainnya.
Setelah apel, Lolly menjelaskan bahwa penyelenggaraan apel siaga di Sebatik tersebut berlandaskan dua alasan utama. Pertama, Bawaslu RI berkomitmen memastikan jajaran pengawas pemilu yang beroperasi di daerah terdepan dan terluar Indonesia menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya dengan baik. Kami perlu memastikan dari daerah terdepan, dan terluar ini untuk apa? Karena, seluruh warga negara di mana pun adanya tidak boleh kehilangan hak pilihnya, tegasnya.
Alasan kedua yang disampaikan Lolly adalah untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air di wilayah yang berbatasan dengan negara lain. Ia menekankan bahwa mengawasi pilkada mencerminkan kecintaan terhadap tanah air, sehingga masyarakat secara otomatis akan termotivasi untuk melakukan pengawasan di lingkungan mereka sendiri.
Oleh karena itu, Lolly meyakini bahwa apel siaga di Sebatik menjadi momentum yang baik untuk memperkuat pengawasan pemilihan. Momen ini juga berfungsi sebagai pengingat bahwa pengawasan tahapan pemilihan perlu dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ia menambahkan, Momentum ini mengingatkan kita (pentingnya pengawasan) dari hulu ke hilir, depan-belakang, semuanya perlu mendapatkan pengawasan yang kuat dan melekat.
ANTARA
Bawaslu Siaga Awasi Pilkada 2024 di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







