JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Budayawan Ngatawi Al-Zastrouw menilai bahwa Pancasila merupakan penawar yang paling efektif dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme, yang menjadi ancaman nyata bagi stabilitas negara. Jika tidak ditangani dengan tepat, ancaman tersebut dapat mengganggu ketenteraman masyarakat. Menurut Zastrouw, Pancasila sejatinya memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengaktualisasikan pandangan keagamaan dengan cara yang manusiawi. Oleh karena itu, ia menekankan betapa pentingnya aktualisasi Pancasila dalam bentuk yang nyata agar dapat menjadi pengikat yang efektif di tengah keberagaman bangsa. Ia juga mencatat bahwa implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masih belum sepenuhnya terealisasi. Hal tersebut, lanjutnya, sangat penting terutama dalam menghadapi radikalisme di kalangan generasi muda. Di era saat ini, anak-anak muda tidak dapat lagi hanya diberi narasi dan retorika yang disampaikan oleh para pemimpin negeri. Menurut Zastrouw, keteladanan para pemimpin bangsa dalam beragama dan beraktivitas sosial sangat vital untuk menginspirasi generasi muda. Namun, yang perlu ditekankan adalah keteladanan tersebut sebaiknya tidak hanya bersifat lisan, tetapi juga harus terwujud melalui tindakan nyata yang dapat dilihat dan dijadikan referensi. Zastrouw juga mengusulkan perlunya pengarusutamaan berbagai praktik hidup yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Dia memberikan contoh di mana di kampung-kampung dan desa-desa sering terdapat praktik kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut, seperti gotong royong serta kerukunan antar umat beragama. Generasi muda saat ini, menurutnya, cenderung lebih mengenal nilai-nilai yang berasal dari budaya asing, baik itu dari Timur Tengah maupun Barat. Oleh karena itu, Zastrouw menegaskan pentingnya memperkenalkan bahwa nilai-nilai Pancasila juga dapat diaktualisasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun memberikan contoh konkret, seperti gerakan penggalangan dana yang dilakukan selama pandemi COVID-19, yang merupakan wujud gotong royong dalam versi modern. "Ini juga menjadi jiwanya Pancasila. Karenanya, Indonesia perlu lebih berbangga diri sebagai sebuah bangsa dan memahami sepenuhnya bahwa sesuatu yang baik tidak harus berasal dari wilayah Arab ataupun negara Barat," ujarnya. Zastrouw berharap generasi muda Indonesia dapat membangun imunitas ideologi yang kuat terhadap radikalisme dan intoleransi. Ia menekankan bahwa vaksinasi kultural melalui pengamalan Pancasila secara nyata adalah kunci untuk menjaga persatuan dan menghadapi berbagai ancaman ideologis yang ada. ANTARA