**Borneonews, Pulau Sebatik** - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, melakukan pengecekan terhadap pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Pulau Sebatik, tepatnya di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu dan bertujuan untuk memastikan proses coklit berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, serta tidak terdapat kendala yang dapat mengganggu tahapan Pilkada 2024 di area perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dalam kunjungan ke rumah-rumah warga di Desa Aji Kuning, Lolly menekankan pentingnya memastikan bahwa informasi terkait pemilihan kepala daerah sudah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. "Hari ini kami langsung mengunjungi salah satu rumah yang memang berada di area perbatasan untuk mengecek. Alhamdulillah, sudah ada stiker coklit-nya. Artinya, informasi soal pilkada sudah sampai ke warga negara kita yang ada di perbatasan, ujar Lolly pada saat pengecekan.
Dua rumah yang dikunjungi Lolly hari ini terletak di sekitar Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia PB-02, yang berfungsi sebagai batas antara Provinsi Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia. Uniknya, beberapa rumah di kawasan tersebut terbelah menjadi dua, di mana sisi depan rumah masuk ke wilayah Indonesia, sedangkan sisi belakang berada di wilayah Malaysia. Bahkan, salah satu rumah yang dijadikan lokasi pengecekan oleh Lolly tersebut berada di tanah yang secara hukum milik Malaysia, tetapi saat ini ditempati oleh warga negara Indonesia.
Menyikapi kondisi yang ada, Lolly menegaskan pentingnya pengawasan dan antisipasi oleh penyelenggara pemilu agar Pilkada 2024 dapat berlangsung dengan lancar. "Karena ini adalah area perbatasan, kita harus menghormati daerah teritorial negara lain, maka perlu dipastikan tidak ada hal-hal yang menimbulkan konflik. Pendirian TPS harus benar-benar diperhitungkan. Bawaslu juga akan memberikan saran jika terdapat potensi konflik terkait pendirian TPS," jelasnya.
Pengecekan langsung yang dilakukan Bawaslu dianggap krusial untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi kemungkinan kendala yang mungkin terjadi sebelum pelaksanaan pemilu. "Mudah-mudahan antisipasi ini akan membuat proses pilkada kita semakin baik. DPT (daftar pemilih tetap) harus akurat, dan pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar," tambah Lolly.
Di wilayah Sebatik Tengah, terdapat sekitar 8.000 pemilih dari total penduduk yang mencapai 15.000 orang. Di area sekitar Patok Perbatasan RI-Malaysia PB-02 di Desa Aji Kuning, pemilih akan terbagi menjadi dua tempat pemungutan suara (TPS). Berdasarkan peraturan KPU, jumlah pemilih pada satu TPS maksimal adalah 800 orang. Dengan adanya pembagian ini, diharapkan proses pemungutan suara dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan semua pihak yang terlibat.
ANTARA
Bawaslu Cek Coklit di Sebatik Tengah Jelang Pilkada 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







