BOGOR –
**Borneonews** - Karawang, Sebanyak 939 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warung Bambu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pada perayaan HUT Ke-79 Republik Indonesia. Penyerahan remisi bagi warga binaan dilakukan pada hari Sabtu oleh Kepala Lapas IIA Karawang, Christo Victor Nixon Toar, yang menyampaikan bahwa pemberian remisi ini telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan dan merupakan hak bagi narapidana. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, remisi diberikan kepada narapidana yang menunjukkan perilaku baik melalui perubahan perilaku yang konsisten. Dalam kesempatan kali ini, Christo menjelaskan bahwa terdapat 920 orang yang memperoleh remisi umum I, sementara 11 orang mendapatkan remisi umum II, dan delapan orang mendapatkan remisi umum II plus subsider. Dengan demikian, total warga binaan yang mendapatkan remisi pada tahun ini mencapai 939 orang. Remisi umum adalah bentuk remisi yang diberikan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Momen ini menjadi istimewa bagi para narapidana, di mana mereka diberikan kesempatan untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan mereka. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang juga hadir dalam acara penyerahan remisi tersebut, mengungkapkan bahwa remisi ini merupakan hadiah bagi warga binaan dalam rangka HUT Republik Indonesia. Beliau berpesan agar para narapidana yang mendapatkan remisi dapat memperbaiki perilaku mereka dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Kami percaya bahwa tentunya hal-hal baik akan menanti saudara-saudara sekalian di masa depan," ungkap Aep seraya mengucapkan selamat kepada para warga binaan yang memperoleh remisi. Lebih jauh, Bupati Karawang juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah bersiap memasuki babak baru dengan tiga transisi penting. Transisi tersebut meliputi persiapan memasuki ibukota baru, pergantian pemimpin, dan menyambut Indonesia Emas 2045. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pemerintah pusat gencar melaksanakan pemerataan pembangunan dan percepatan pertumbuhan ekonomi, yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan gagasan besar Indonesia sebagai kekuatan baru di Asia Tenggara. ANTARA