BORNEONEWS, Sampit - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengkaji pembangunan duplikasi Jembatan Sei Mentawa atau Jembatan Patah yang membentang di Jalan Kapten Mulyono Sampit.
"Jembatan patah saat ini terus kita lakukan perawatan tetapi ya seperti itu, artinya kita kalau proses jembatan itu panjang, kita mengkaji dulu apakah itu diganti atau membuat duplikasi," kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Mentana Dhinar Tistama, Sabtu, 17 Agustus 2024.
Duplikasi jembatan seperti di Pelantaran, bahwa jembatan yang lama tetap difungsikan dan membangun jembatan baru. Agar transportasi tetap berjalan seiring berlangsungnya pembangunan.
Namun cara tersebut harus memikirkan pembebasan lahan. Serta banyak tahapan yang harus dilalui untuk pembangunan jembatan permanen.
"Yang pasti lahannya harus clear. Kita upayakan bagaimana pembebasan lahannya. Karena prosesnya panjang sementara ini kita terus rawat," ujarnya.
--page
Jembatan yang kerap disebut jembatan patah oleh warga tersebut memang seringkali mengalami kerusakan. Bahkan dalam kurun waktu 2 bulan setelah pemeliharaan rutin kerusakan berulang akibat kendaraan angkutan berat melebihi tonase 8 ton sering melintas.
Masalah kerusakan jembatan tersebut tetap sama yaitu pelat besi lepas, baut lepas dan longgar, kayu lapuk membuat jembatan berlubang, bahkan beberapa kali pelat besi hilang dicuri.
Kerusakan tersebut sangat membahayakan warga yang melintas. Sehingga masyarakat sangat berharap jembatan dibangun permanen agar lebih aman dan tidak cepat rusak. (DEWI PATMALASARI/Y)









