**Borneonews**, Moskow - Juru bicara gerakan Palestina Hamas di Lebanon, Ahmad Abdul Hadi, menyampaikan pada hari Minggu bahwa tidak ada kemajuan yang dicapai dalam tahap pertama pembicaraan mengenai sandera yang melibatkan Israel. Pembicaraan tersebut merupakan bagian dari upaya mencari gencatan senjata di Jalur Gaza yang berlangsung di Doha pada hari Kamis dan Jumat. Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Qatar, Mesir, Amerika Serikat, dan Israel.
Hamas memilih untuk tidak berpartisipasi dalam diskusi tersebut, yang diakibatkan oleh kurangnya kejelasan mengenai syarat-syarat gencatan senjata. Dalam perkembangan terbaru, portal berita *Axios* melaporkan pada hari Sabtu bahwa Presiden AS Joe Biden berusaha menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata di Gaza serta proses pembebasan sandera menjelang akhir pekan depan. Selain itu, Biden juga berupaya mencegah Iran dan gerakan Hizbullah dari Lebanon agar tidak melancarkan serangan terhadap Israel, yang dapat mengganggu upaya diplomatik yang tengah berlangsung.
Abdul Hadi, dalam wawancaranya dengan *Sky News*, mengungkapkan bahwa meskipun pemerintahan Biden mencoba untuk menghadirkan situasi yang positif, hasil dari pembicaraan awal menunjukkan tidak adanya perbaikan. Dia menilai bahwa pernyataan optimis dari Biden tentang prospek kesepakatan dibuat semata-mata untuk memberikan kesan positif di media dan untuk menjaga stabilitas di kalangan Pihak perlawanan agar tidak terjadi respons yang berujung pada konflik regional.
Lebih lanjut, Abdul Hadi menambahkan bahwa para mediator melaporkan isu-isu kontroversial yang menjadi pokok pembicaraan belum terselesaikan. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga telah mengajukan lebih banyak syarat yang justru memperkomplikasi situasi.
Sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir melalui kantor Presiden Mesir, Abdel Fattah Sisi, menyebutkan bahwa para mediator telah mengajukan proposal gencatan senjata kepada Israel dan Hamas dengan tujuan mengurangi perbedaan yang ada di antara kedua pihak. Pertemuan yang diadakan di Doha pada hari Kamis dan Jumat dikatakan berlangsung dengan serius, konstruktif, dan dalam suasana yang positif, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan tersebut.
Sebagai langkah selanjutnya, pejabat tinggi dari pemerintah Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar dijadwalkan untuk bertemu di Kairo sebelum akhir pekan depan. Harapannya adalah untuk mencapai kesepakatan yang sesuai dengan syarat yang diajukan pada hari Jumat lalu.
ANTARA
Hamas Lihat Tidak Ada Kemajuan Dalam Pembicaraan Sandera
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







