**Borneonews**, Jakarta - Berbagai peristiwa ekonomi menarik perhatian publik pada sepekan ini, khususnya dari tanggal 12 hingga 18 Agustus 2024. Salah satu topik utama adalah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, di samping perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa belanja negara dalam RAPBN 2025 direncanakan mencapai Rp3.613,1 triliun. Dari jumlah tersebut, rinciannya adalah belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.693,2 triliun serta transfer ke daerah yang mencapai Rp919,9 triliun. Rencana anggaran ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengelola perekonomian negara secara lebih efektif dan merata.
Selain itu, anggaran untuk perayaan HUT RI ke-79 di IKN juga menjadi sorotan. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, menyampaikan bahwa anggaran untuk upacara peringatan tersebut mencapai Rp87 miliar. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan anggaran tahun lalu di Jakarta yang tercatat sebesar Rp53 miliar. Hal ini menandakan peningkatan perhatian pemerintah terhadap perayaan kemerdekaan di cenrto IKN.
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Pada acara Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih, beliau menegaskan bahwa setiap daerah, baik di barat, tengah, maupun timur, harus mendapatkan "kue pembangunan" yang sama. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan kesenjangan yang lebih kecil antara berbagai daerah di Indonesia.
Selama upacara peringatan HUT RI di IKN, sejumlah pekerja konstruksi turut hadir. Mereka diundang untuk merayakan momen bersejarah ini di Istana Negara IKN, Kalimantan Timur. Sara Wayne, yang bertindak sebagai pembawa acara, mengekspresikan rasa syukur dan penghargaan kepada masyarakat serta para pekerja yang telah mendukung pembangunan IKN. Hal ini mencerminkan dukungan pemerintah terhadap keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan nasional.
Di sisi lain, ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik Junaidi Rachbini, menyatakan bahwa pemilihan sosok menteri keuangan yang baru merupakan hal yang krusial untuk mencapai target penerimaan negara sebesar Rp2.996,9 triliun pada tahun 2025. Menurutnya, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi pencapaian target tersebut, yaitu daya beli masyarakat yang cenderung menurun dan kemampuan Kementerian Keuangan serta sosok menteri yang terpilih.
Secara keseluruhan, minggu lalu menjadi momen penting dalam perkembangan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Dengan adanya rencana anggaran yang signifikan serta perhatian pada kesejahteraan daerah, diharapkan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah akan mampu mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ANTARA
RAPBN 2025 Diproyeksikan Rp3.613,1 Triliun, HUT RI di IKN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







