KUPANG –
**Borneonews**, Maumere - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat intervensi program kesehatan dalam menangani masalah stunting di wilayah ini. Stunting merupakan kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan dan dapat berpengaruh negatif pada perkembangan fisik dan kemampuan kognitif anak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka, mengungkapkan bahwa sejumlah tindakan telah dilakukan untuk mengatasi stunting. Di antaranya adalah pelayanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi pemulihan balita stunting, yang didanai oleh dana desa, serta penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak. Berdasarkan data pengukuran yang dilakukan pada bulan Februari 2024, tercatat sebanyak 9.387 anak mengalami stunting, yang menghasilkan persentase sebesar 32,37 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama bagi pemerintah daerah. Untuk tahun 2024, pemerintah menargetkan agar persentase stunting dapat diturunkan menjadi 3,28 persen, berdasarkan pengukuran yang akan dilakukan pada bulan Agustus 2024. Dalam rangka mencapai target ini, berbagai intervensi program telah diimplementasikan. Beberapa di antaranya adalah pelayanan pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri, ibu hamil, serta ibu nifas. Selain itu, pada tingkat pencegahan, para petugas kesehatan melakukan skrining hemoglobin (HB) kepada remaja putri di kelas VII dan kelas X, serta memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi di tingkat sekolah. Penyuluhan kesehatan reproduksi juga diberikan kepada calon pengantin, diikuti dengan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kesehatan mereka menjelang pernikahan. Program lain yang dijalankan termasuk kelas ibu hamil, kelas balita, layanan imunisasi, serta pelatihan kader posyandu yang didanai oleh dana desa. Semua kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat intervensi program penanganan stunting. Yulianus menekankan bahwa efektivitas program-program yang berjalan sangat bergantung pada kolaborasi dan kerjasama lintas sektor. Diperlukan sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan bahwa semua upaya penanganan stunting dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan dana desa yang terkait dengan pelayanan PMT lokal. Koordinasi dengan petugas kesehatan, khususnya ahli gizi, dalam penyusunan menu makanan agar sesuai dengan usia anak dan kebutuhan gizi mereka merupakan langkah krusial. Hal ini akan memastikan bahwa program yang dilaksanakan benar-benar efektif dalam mengurangi stunting di Sumba Barat Daya. "Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk berkontribusi bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya," ungkap Yulianus dengan penuh harapan. ANTARA