JAYAPURA –
**Borneonews, Jayapura** - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyatakan bahwa gereja memiliki peran yang signifikan dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial yang terjadi di wilayah ini. Penjabat Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait, mengungkapkan pernyataan tersebut dalam acara Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR) yang diselenggarakan oleh Gereja Bethel Indonesia di Jayapura. Dalam kesempatan itu, Sohilait menekankan bahwa sampai saat ini masih banyak persoalan sosial yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan, doa, serta pelayanan rohani agar dapat bersama-sama mencari solusi atas masalah sosial di Kota Jayapura. Sohilait juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara seluruh jemaat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menangani permasalahan yang ada, seperti kerusakan lingkungan yang mengakibatkan banjir dan berbagai isu keamanan. "Kami meyakini jika pemerintah, gereja, dan semua pemangku kepentingan serta seluruh lapisan masyarakat dapat berkolaborasi, maka masalah di kota ini bisa teratasi," ungkapnya. Dia juga berharap bahwa melalui kegiatan KKR ini, akan ada pesan perdamaian yang dapat disampaikan kepada masyarakat Tanah Papua, khususnya Kota Jayapura, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) yang dijadwalkan pada tahun 2024. Ketua Umum Persatuan Gereja Gereja Se Kota Jayapura (PGGS), Isak Samuel Deda, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk bersama-sama membangun Kota Jayapura. Ia menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani permasalahan sosial dan mengajak seluruh jemaat untuk saling bergandeng tangan demi mewujudkan Kota Jayapura yang aman. Dengan demikian, Deda meminta agar semua pihak memperhatikan isu sosial dan turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. ANTARA