JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, yang akrab disapa Din Syamsuddin, telah mengupayakan audiensi dengan Panglima TNI untuk mengadakan aksi bela Palestina. Rencana ini akan dilaksanakan sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada bulan Oktober mendatang. Din Syamsuddin menyatakan, "Bila perlu pada hari itu Panglima TNI bisa mengirim satu batalyon Kopassus, satu batalyon Kostrad, satu batalyon Marinir, dan Pasukan Khas TNI Angkatan Udara, mungkin terjun payung membawa bendera Indonesia dan Palestina." Pernyataannya tersebut diungkapkan di Jakarta pada hari Minggu. Lebih lanjut, Din menjelaskan bahwa ia telah mengusulkan kepada komite pelaksana aksi, yang dipimpin oleh pendakwah Zaitun Rasmin, untuk menyiapkan aksi dengan skala yang lebih besar. "Mungkin di sekitar hari ulang tahun TNI. Jika HUT TNI jatuh pada 5 Oktober, kita lakukan aksi lebih besar lagi pada 6 Oktober yang bertepatan dengan hari Ahad," ungkapnya. Aksi bela Palestina yang direncanakan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian demonstrasi yang telah dilakukan sebelumnya. Din menekankan bahwa aksi ini akan terus berlangsung hingga Palestina merdeka dari penjajahan Israel. Ia menegaskan, perjuangan ini akan terus dilanjutkan sampai segala bentuk penjajahan dapat dihapus dari muka bumi. Ada beberapa alasan mengapa ia dan para tokoh lainnya, termasuk Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid serta massa dari Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), akan terus melanjutkan aksi tersebut. Salah satu alasannya adalah "hutang budi pada Palestina." Menurut Din, bangsa Palestina adalah yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal tersebut terjadi bahkan setahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, yaitu pada 6 September 1944 melalui radio dari Berlin. "Oleh karena itulah seyogyanya, bangsa Indonesia sebagai tanda syukur kehadirat Allah SWT, juga harus mengakui kemerdekaan Palestina. Kita juga berjuang agar negara Palestina dapat merdeka," tanggal Din. Alasan kedua yang diungkapkan oleh Din adalah terkait dengan masalah penjajahan dan tragedi kemanusiaan yang masih berlanjut dengan semakin meningkat. Dengan merujuk pada amanah dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan untuk menghapus segala bentuk penjajahan, Din berpendapat bahwa bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk membela kemerdekaan Palestina. Din menghimbau kepada semua pihak, "Maka siapkan diri, jaga stamina. Jangan ada yang mau terhasut, dan jangan mudah terprovokasi. Kuatkan iman, kuatkan keyakinan bahwa apa yang kita lakukan ini dalam bahasa agama Islam adalah jihad fisabilillah." Sebagai catatan, sebelumnya massa yang sama juga telah mengadakan Aksi Hari Solidaritas Internasional untuk Tahanan Gaza dan Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada awal bulan Agustus. Dalam aksi tersebut, mereka melaksanakan shalat gaib untuk mendoakan pemimpin Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, yang telah meninggal dunia. Selain itu, mereka juga berdzikir, berselawat, bernyanyi bersama, dan menyampaikan orasi sebagai bentuk dukungan kepada Palestina. ANTARA