MAKASSAR –
**Borneonews**, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan dukungan penuh kepada Satgas Yonzipur 8/SMG Kodam XIV Hasanuddin yang akan melaksanakan operasi pengamanan perbatasan Darat Republik Indonesia - Malaysia. Penugasan ini akan berlangsung di wilayah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, dalam keterangannya mengungkapkan harapannya akan kerjasama yang semakin harmonis antara pemerintah provinsi dan TNI-Polri. Dia menegaskan pentingnya saling mendukung dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Jufri berharap agar semua proses dapat berjalan lancar, dan penugasan ini dapat menjadi pembuktian nyata dari hubungan erat antara pemerintah provinsi dan TNI-Polri, khususnya dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida). Pelepasan pasukan Satgas Yonzipur dilakukan secara langsung oleh Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun. Sebanyak 350 orang prajurit TNI dari satgas ini akan diberangkatkan menggunakan kapal dari TNI Angkatan Laut. Pangdam menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh anggota pasukan yang telah mendapatkan amanah dari pimpinan TNI, bangsa, dan negara untuk menjalankan tugas operasi pengamanan perbatasan. Menurut Pangdam, penugasan operasi ini adalah bentuk pengabdian prajurit kepada negara dan bangsa demi menjaga kedaulatan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan. Ia juga menegaskan bahwa perbatasan negara merupakan manifestasi kedaulatan yang memiliki peran vital dalam penuturan batas wilayah, pengelolaan sumber daya, serta menjaga keamanan dan keutuhan wilayah. Pangdam XIV Hasanuddin mengingatkan kepada seluruh prajurit agar merasa terhormat dengan penugasan ini. Ia menginginkan agar semua prajurit bersatu dalam tekad dan usaha untuk berhasil menjalankan tugas yang diemban. Sebelum berangkat ke medan operasi, beberapa petunjuk diberikan agar prajurit dapat mematuhi prinsip-prinsip penting yang telah ditetapkan. Pendidikan keimanan dan ketakwaan menjadi prioritas, serta beribadah di mana pun mereka bertugas. Para prajurit diingatkan untuk mematuhi sapta marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI. Selain itu, mereka harus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh negara, baik oleh Kodam XIV Hasanuddin maupun satuan, dengan cara melaksanakan tugas secara profesional dan tulus. Pangdam juga menekankan pentingnya menghindari semua pelanggaran, sekecil apa pun, serta menjadi prajurit yang dekat dan peduli dengan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan persiapan yang baik dan pembekalan yang intensif, para prajurit yang terpilih dan terlatih dapat menjalankan tugas dengan baik. Pangdam menekankan bahwa keberhasilan dalam tugas ini menjadi harapan bagi semua pihak. ANTARA