BORNEONEWS, Nanga Bulik - Tim Gabungan menemukan puluhan produk dan barang kedaluarsa dari sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Kota Nanga Bulik, Lamandau, Kalimantan Tengah. Bahkan ada produk makanan yang kedaluarsa sejak 2010. Temuan mengejutkan itu hasil dari inspeksi mendadak, Rabu (22/6/2016).
Setiap menjelang hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah, dinas perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (Disperindagkop dan UMKM) Lamandau rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) barang-barang kedaluarsa (expired). Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan puluhan produk atau barang kedaluarsa.
Kali ini, sidak yang dilakukan di sejumlah tempat di Nanga Bulik melibatkan para petugas gabungan, seperti halnya aparat dari Polres Lamandau, Satpol PP, TNI dan juga SKPD terkait, Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP).
"Sidak barang menjelang lebaran seperti ini memang sudah menjadi tugas kami (disperindagkop). Terlebih, dalam beberapa hari terakhir banyak laporan dari masyarakat bahwa di sejumlah toko masih dijual prodak-produk yang expired," ungkap Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Lamandau, Rusmawaty, di sela-sela sidak, Rabu (22/6/2016).
Sejumlah produk makanan dan minuman, seperti biskuit, wafer, susu bubuk, hingga obat yang masa berlakunya sudah habis setahun lalu. Bahkan, di salahsatu toko di Jalan Tjilik Riwut, Nanga Bulik, ditemukan produk makanan yang expired tahun 2010, namun masih dipajang di tempat yang diperjualbelikan.
"Yang terlama kita temukan ada yang sudah expired tahun 2010," cetusnya.
Menurutnya, pada sidak-sidak yang dilakukan sebelumnya, memang pihak Disperindagkop tidak melakukan penyitaan terhadap barang-barang kedaluarsa karena tidak memiliki kewenangan. Pemilik toko hanya diberikan teguran dan membuat pernyataan agar tidak memasarkan barang yang expired.
"Tetapi kali ini, kita melibatkan pihak kepolisian. Sehingga saat kita temukan barang kadaluarsa maka akan langsung kita sita," ucapnya.
Seorang pemilik toko yang namanya enggan disebutkan, mengaku sebenarnya sudah mengetahui apa saja daganganya yang sudah kedaluarsa. Tetapi dirinya memang tidak menyingkirkan barang-barang itu, dengan alasan sebagai bukti ketika nanti meminta ganti barang baru dari pihak distributor.
"Itu (barang) tadi sengaja sudah dipisahkan, karena memang sudah kedaluarsa. Kalau dibuang, distributornya gak mau mengganti, saya rugi," katanya. (HENDI NURFALAH/N).








