JAKARTA –
**Borneonews**, Moskow - Aktor dan pembuat film terkenal asal Prancis, Alain Delon, yang dianggap sebagai salah satu bintang besar dan simbol seks paling mengesankan di Eropa pada paruh kedua abad ke-20, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Berita ini dilaporkan oleh media Prancis pada Minggu. Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai penyebab kematian Delon. Namun, reputasinya sebagai salah satu aktor paling ikonik dalam sejarah perfilman tetap tak terbantahkan. Ketenaran dunia internasional pertama kali diraih Delon setelah pemutaran film *Purple Noon* pada tahun 1960. Dalam film tersebut, ia memerankan karakter Tom Ripley, yang dikenal sebagai seorang petualang yang menawan namun amoral. Kritikus film mencatat bahwa Delon mampu menemukan dan memerankan karakter yang sejalan dengan kepribadiannya, yakni kombinasi dari "jiwa iblis" dan "wajah malaikat". Selain *Purple Noon*, Delon juga dikenal luas melalui perannya dalam sejumlah film lainnya, seperti *Rocco and His Brothers* (1960), *L'Eclisse* (1962), dan *The Leopard* (1963). Deretan film ini semakin mengukuhkan posisi Delon sebagai salah satu aktor terkemuka dunia. Sepanjang karirnya yang gemilang, Delon tidak hanya menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Penghargaan Cesar untuk Aktor Terbaik dan Honorary Golden Bear, tetapi ia juga dinobatkan sebagai pria paling menarik di dunia oleh banyak kalangan. Pada 6 Mei 2017, Delon mengumumkan bahwa ia telah mengakhiri karirnya di dunia akting. Meskipun langkah tersebut menandai akhir perjalanan profesi yang cemerlang, warisannya sebagai aktor tetap hidup. Dalam wawancara yang dilakukan pada tahun 2021 dengan majalah *Paris Match*, Delon menyatakan pandangannya tentang euthanasia, menganggapnya sebagai "hal yang paling logis dan alami". Pernyataan tersebut mencerminkan pemikirannya yang mendalam mengenai kehidupan dan kematian. Kehilangan Alain Delon menandai akhir dari era keemasan perfilman Prancis, dan ia akan selalu dikenang sebagai salah satu ikon terbesar dalam industri ini. ANTARA