**Borneonews**, Jakarta - Football Institute telah mengajukan banding kepada Komite Disiplin PSSI terkait dengan hukuman yang dijatuhkan kepada PSS Sleman. Pada sebelumnya, Komdis PSSI memberikan sanksi kepada PSS Sleman berupa pengurangan 3 poin dan denda sebesar Rp 150.000.000,- di kompetisi Liga 1 2024/2025. Hukuman ini terkait dengan kasus pengaturan skor yang terjadi pada Liga 2 musim kompetisi 2018.
Dalam keterangan resmi yang diterima, Football Institute menyatakan bahwa hukuman yang diterima oleh PSS Sleman dianggap sangat ringan mengingat adanya kejahatan serius dalam sepakbola, yaitu pengaturan skor. Mereka juga menilai bahwa hukuman ini bertentangan dengan kode disiplin yang berlaku di PSSI. Keterangan resmi tersebut menekankan bahwa Komdis PSSI telah mengabaikan fakta-fakta dan putusan hukum dari Pengadilan Negeri Sleman, yang menyatakan secara sah bahwa PSS Sleman terbukti melakukan pengaturan skor.
Dalam pernyataan tersebut, Football Institute mengungkapkan bahwa hukuman yang dijatuhkan terhadap pengurus PSS Sleman, perangkat wasit yang bertugas, serta sejumlah pihak terkait lainnya, menunjukkan bukti nyata dari pelanggaran yang dilakukan. Oleh karena itu, mereka mengajukan permohonan banding kepada Komisi Banding PSSI dengan nomor surat No. 001/SK/KD-PSSI/VIII/2024, terkait suap PSS Sleman yang tercatat pada 6 Agustus 2024. Surat banding tersebut telah dikirimkan secara resmi melalui email kepada PSSI dan juga ditembuskan kepada Exco PSSI, Arya Sinulingga, serta Wakil Ketua Komisi Banding, Bapak Umar Husin.
Football Institute mengajukan banding berdasarkan pasal 122 Kode Disiplin PSSI 2023, yang menyebutkan adanya ketidaksesuaian fakta dalam amar putusan Komisi Disiplin PSSI, serta kesalahan dalam pengambilan keputusan dan dalam menerapkan peraturan. Mereka menyadari bahwa mereka bukanlah pihak yang terlibat langsung dalam perkara ini dan tidak memiliki hak untuk mengajukan banding, tetapi mereka merasa perlu untuk bersuara menghadapi situasi di mana hukum sepakbola dipermainkan. Apalagi, kasus pengaturan skor ini telah menjadi perhatian publik selama hampir 11 bulan.
Dengan adanya langkah ini, Football Institute berharap dapat memperoleh perhatian dari pihak-pihak terkait untuk meninjau kembali keputusan yang diambil dan menjunjung tinggi integritas sepakbola Indonesia.
ANTARA
Football Institute Ajukan Banding soal Hukuman PSS Sleman
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







