SURABAYA –
**Borneonews**, Lumajang, Jawa Timur - Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi yang cukup signifikan. Pada hari Minggu, 18 Agustus, pukul 11.49 WIB, erupsi tersebut tercatat dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak gunung. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menjelaskan bahwa saat erupsi terjadi, kolom abu vulkanik yang terbentuk berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas yang cukup tebal mengarah ke barat daya. Erupsi tersebut juga terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 23 mm dan durasi erupsi selama 115 detik. Tidak hanya itu, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sebelumnya juga mengalami erupsi pada pukul 07.54 WIB, dengan tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak. Jika dihitung, ketinggian kolom tersebut mencapai 4.176 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang teramati pada erupsi sebelumnya juga berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya, dan erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 107 detik. Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level II atau dalam kategori Waspada. Sehubungan dengan itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Salah satu yang harus diperhatikan adalah larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak maksimal delapan kilometer dari puncak gunung. Selain itu, untuk area di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan potensi terjadinya perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak gunung. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena area tersebut berisiko terhadap bahaya lontaran batu pijar. Di samping itu, perlu adanya kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga diantisipasi pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ANTARA