BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kalteng H. Wiyatno mengingatkan pentingnya persatuan dan gotong royong sebagai fondasi dalam menjaga kedaulatan daerah.
Dalam peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 RI ia menyampaikan, semangat kebersamaan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa harus tetap dipertahankan dan diterapkan di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan sosial di daerah.
“Kedaulatan tidak hanya berbicara tentang pertahanan dan keamanan, tetapi juga tentang bagaimana kita, sebagai masyarakat, mampu menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Di Kalimantan Tengah, persatuan dan gotong royong telah menjadi budaya yang mengakar dan harus terus kita jaga sebagai modal utama dalam mencapai kesejahteraan bersama,” ujar H. Wiyatno, Minggu, 18 Agustus 2024
Dirinya menekankan tantangan yang dihadapi Kalteng, seperti pengelolaan sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, memerlukan kerja sama dari semua pihak.
Gotong royong tidak hanya berarti saling membantu dalam kegiatan sosial, tetapi juga mencakup kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pembangunan daerah.
--page
“Jika kita ingin daerah kita maju, persatuan harus menjadi yang utama. Semua perbedaan yang ada, baik dari segi suku, agama, maupun budaya, harus kita satukan dalam satu tujuan bersama yaitu kemajuan Kalimantan Tengah. Gotong royong yang dilandasi semangat persatuan adalah jawaban untuk mengatasi berbagai persoalan yang kita hadapi,” tambahnya.
Wiyatno juga mengingatkan di tengah dinamika politik dan sosial, masyarakat tidak boleh terpecah-belah oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan.
Menurutnya, menjaga kedaulatan daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. “Kita harus bersatu dalam keberagaman dan bekerja sama dalam gotong royong. Hanya dengan cara itu kita bisa menjaga kedaulatan daerah dan memastikan Kalimantan Tengah terus berkembang dan sejahtera,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat persatuan dan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah, sehingga cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan secara nyata. (MARINI/j)









