JAYAPURA –
**Borneonews**, Biak - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Supiori, Papua, telah menetapkan kebijakan untuk melakukan pergantian atau *rolling* guru setiap tiga bulan di sekolah dasar yang berada di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Pulau Mapia. Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin akses layanan satuan pendidikan serta memastikan proses belajar mengajar bagi siswa tetap berjalan dengan normal. Kepala Disdik Supiori, Rafles Ngilamele, menjelaskan bahwa lokasi geografis Pulau Mapia merupakan bagian dari wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk hadir dan memberikan jaminan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T agar tetap terjamin. Rafles Ngilamele menyatakan harapannya agar dengan adanya *rolling* guru di Pulau Mapia, kualitas pembelajaran siswa dapat meningkat. Salah satu tujuan dari kebijakan *rolling* setiap tiga bulan ini adalah memberikan pengalaman baru bagi setiap guru yang ditugaskan di sekolah-sekolah di Pulau Mapia. "Melalui aturan ini, Disdik memastikan perluasan akses layanan satuan pendidikan guna menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 tetap terwujud," tegasnya. Ia menekankan bahwa guru-guru yang bersedia mengabdi di sekolah-sekolah terpencil adalah tenaga pendidik yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Rafles juga menyoroti pentingnya pendampingan dan pengawasan yang diberikan oleh guru, yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam meraih prestasi di satuan pendidikan. Mengenai keberhasilan pendidikan dalam lima tahun terakhir (2019-2024), Rafles menyampaikan bahwa hingga saat ini, akses pendidikan bagi semua anak di Kabupaten Supiori telah terpenuhi. Pencapaian yang menggembirakan juga terlihat pada angka partisipasi sekolah untuk tingkat SD yang mencapai 103 persen. Sementara itu, untuk satuan pendidikan SMP, angka partisipasi juga meningkat dari 60 persen menjadi 72 persen. Namun demikian, ia mencatat bahwa angka partisipasi sekolah di Supiori hingga tahun 2024 masih bertahan di angka 60 persen. Disdik Kabupaten Supiori berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akses layanan pendidikan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di kalangan tenaga guru, serta memperluas sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan data, jumlah guru di Kabupaten Supiori hingga tahun ajaran 2024 mencapai kurang lebih 602 guru, sementara jumlah peserta didik, dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK, mencapai sekitar 10 ribuan siswa. Kebijakan *rolling* guru ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah yang membutuhkan perhatian lebih ini. ANTARA