MANOKWARI –
**Borneonews, Kaimana** Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengakhiri Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, dengan menggelar sebuah festival budaya. Acara ini bertajuk "Kita Kaimana" dan diselenggarakan di salah satu destinasi wisata unggulan Kaimana, yaitu Kolam Sisir, yang terletak di Kampung Marsi dan Sisir, pada hari Minggu. Bupati Kaimana, Freddy Thie, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak UGM, khususnya kepada Profesor Koentjoro selaku dosen pembimbing serta mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Kampung Marsi dan Sisir selama kurang lebih 50 hari. Selain itu, festival "Kita Kaimana" ini juga dimeriahkan dengan atraksi tari-tarian dari suku asli Kaimana serta pemaparan hasil kerja mahasiswa selama KKN di kedua kampung tersebut. Masing-masing koordinator wilayah berbagi pengalaman dan kesan yang didapat selama kegiatan. Freddy Thie menambahkan bahwa melalui kegiatan KKN, mahasiswa UGM telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam pengembangan masyarakat serta pengelolaan objek wisata Kolam Sisir Kaimana. Ia mengungkapkan bahwa KKN yang dilakukan oleh mahasiswa UGM di Kampung Marsi dan Sisir secara jelas sangat membantu Pemerintah Kabupaten Kaimana, terutama dalam upaya pemberdayaan warganya. Ia berharap agar kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat Kabupaten Kaimana, dan UGM tetap terjalin dengan baik di masa mendatang. Bupati Kaimana juga memohon maaf jika dalam pelaksanaan KKN terdapat hal-hal yang tidak berkenan. Dia menyatakan bahwa semua kenangan baik selama kegiatan KKN akan selalu diingat dan dihargai oleh masyarakat, terutama di Kampung Sisir dan Marsi. Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKN UGM, Profesor Koentjoro, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana yang senantiasa mendukung dan memperhatikan mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung. Ia merasakan bahwa meskipun waktu mereka bersama bupati tidak lama, bupati menunjukkan empati dan kepedulian yang tinggi terhadap mahasiswa yang menjalani KKN di daerah tersebut. Koentjoro juga menjelaskan bahwa program KKN di Kaimana menjadi favorit di kalangan mahasiswa UGM, yang berimbas pada persaingan yang cukup ketat di antara mereka. Bahkan, ada beberapa kelompok yang sudah mengincar daerah Kaimana lebih awal, dengan alasan telah mendapatkan rekomendasi dari mahasiswa KKN sebelumnya. Hal ini menunjukkan betapa menarik dan strategisnya lokasi Kaimana sebagai tempat KKN bagi mahasiswa. Sejumlah mahasiswa merasa bangga bisa berpartisipasi dalam KKN di Kaimana. Menurut Koentjoro, menjadi bagian dari KKN di Kaimana tidak hanya memberikan tantangan, tetapi juga kesempatan berharga untuk belajar dan berkontribusi kepada masyarakat setempat. ANTARA