PALANGKARAYA –
**Borneonews, Sampit** Sebanyak 251 kelompok turut serta dalam pawai pembangunan yang memeriahkan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat. Bupati Kotim, Halikinnor, menyatakan bahwa pawai pembangunan tahun ini sangat luar biasa. Banyak kreasi dan ide yang ditunjukkan oleh para peserta dalam penampilan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat dijadikan sebagai agenda pariwisata di daerah tersebut. Pawai pembangunan adalah agenda rutin yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kotim sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Dengan subtema "Kreativitas Tanpa Batas untuk Kotim Hebat", para peserta berkompetisi untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka sesuai dengan kategori masing-masing. Berbagai bentuk penampilan dapat disaksikan dalam pawai ini, mulai dari pejalan kaki dengan busana yang menarik, sepeda hias, drum band, hingga mobil hias yang didekorasi dengan pernak-pernik yang menyimbolkan tugas masing-masing. Selain itu, pawai ini juga berfungsi sebagai sarana promosi bagi berbagai instansi, perusahaan, hingga lembaga pendidikan. Peserta pawai berasal dari berbagai kalangan, termasuk organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren, kelompok bela diri, majelis, kelompok adat, pelaku usaha, dan kelompok pedagang pasar. “Pesertanya sangat membludak, penontonnya juga antusias. Alhamdulillah, Allah juga mendukung sehingga kegiatan ini berjalan lancar, meski sempat gerimis tapi tidak sampai hujan,” ujar Halikinnor. Ada perubahan yang mencolok dalam pawai pembangunan tahun ini. Bupati Halikinnor menjelaskan bahwa Pemkab Kotim telah mengubah rute pawai. Rute sebelumnya yang melewati Jalan Achmad Yani menuju Jalan HM Arsyad, Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, Jalan Yos Sudarso, kini dialihkan ke Jalan Achmad Yani menuju Bundaran Pemda, Jalan Kapten Mulyono, Jalan MT Haryono, Jalan Ais Nasution, dan kembali ke Jalan Yos Sudarso sebelum berakhir di Taman Kota Sampit. Perubahan rute tersebut diputuskan untuk menghormati ibadah umat Nasrani yang kebetulan jatuh pada hari yang sama dengan pelaksanaan pawai. Rute lama yang melewati beberapa gereja dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyukan ibadah. “Perubahan rute ini untuk menghormati saudara kita yang beribadah. Rute ini bisa berubah-ubah setiap tahunnya sesuai dengan situasi. Tahun depan akan kita sesuaikan dengan perkembangan yang ada, tetapi jelas tahun ini ada peningkatan dan kami berharap bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujar Halikinnor. Antusiasme masyarakat sangat terlihat pada pawai ini, di mana ribuan orang memadati sisi kiri dan kanan jalan sepanjang rute yang dilalui oleh peserta. Diperkirakan jumlah peserta pawai mencapai lebih dari 5.000 orang yang terbagi dalam 251 kelompok. Dari total tersebut, terdapat 65 kendaraan hias, 86 pejalan kaki umum, 71 pejalan kaki pelajar, 22 drum band, dan tujuh sepeda hias. ANTARA